Home / News / Tegakkan Daulat Benih Dan Daulat Pangan, 20 Tahun Serikat Petani Indonesia Luncurkan Benih Padi Unggul

Tegakkan Daulat Benih Dan Daulat Pangan, 20 Tahun Serikat Petani Indonesia Luncurkan Benih Padi Unggul

Kediri (kedirijaya.com) – – – Peringatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Serikat Petani Indonesia (SPI) ke-20 ditandai dengan peluncuran benih padi unggul SPI 20. Ketua Umum SPI Henry Saragih menyampaikan, benih padi SPI 20 adalah salah satu bentuk keberhasilan petani-petani SPI dalam usahanya menegakkan kedaulatan benih untuk kedaulatan pangan.

“Selama 20 tahun, SPI telah komitmen untuk selalu memperjuangkan kepentingan petani anggotanya. Kehadiran benih SPI 20 ini, yang ditangkarkan dan digagas oleh petani SPI merupakan salah satu contoh capaian yang sudah dicapai organisasi ini,” papar Henry kepada ribuan massa SPI yang hadir dalam puncak peringatan perayaan HUT SPI ke-20 di di Lapangan Desa Klanderan Kecamatan PlosoklatenKediri, Jawa Timur, pagi tadi (12/07).

Henry melanjutkan, di usianya yang ke-20 SPI sudah banyak berkiprah untuk mewujudkan keadilan agraria dan kesejahteraan petani melalui praktek-praktek perbenihan dan produksi pertanian secara agroekologis dan koperasi, serta berperan aktif untuk mengusulkan dan mendorong kebijakan-kebijakan pemerintah dalam mengimplementasikan distribusi lahan dan kedaulatan pangan.

“Bagi SPI, kemandirian ekonomi petani tersebut hanya bisa dicapai dengan menerapkan konsep reforma agraria dan kedaulatan pangan, diantaranya melalui penguasaan masyarakat tani atas tanah dan benih sendiri sebagai alat produksi mereka, proses produksi secara agroekologis dan koperasi sebagai kelembagaan ekonomi kolektif petani”, sambungnya.

Hal senada disampaikan oleh Nurhadi Zaini, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) SPI Jawa Timur. Ia menuturkan SPI, khususnya SPI Jawa Timur akan terus berjuang dalam mewujudkan kedaulatan pangan dengan melaksanakan sistem produksi pangan berbasis agroekologi sebagai suatu sistem pertanian yang menyeluruh dan mempertimbangkan aspek lingkungan, kesehatan, sosial dan ekonomi masyarakat pertanian.

“Sistem pertanian ini tidak menggunakan benih produksi korporasi, pupuk dan obat-obatan kimia, tetapi menggunakan benih petani, pupuk dan obat-obatan alami, pengetahuan tradisional yang ada di sekitar tanah pertanian dan adat petani,” tuturnya.

Nurhadi Zaini melanjutkan, dengan agroekologi keluarga petani akan mendapatkan keuntungan secara ekonomi dan sosial, alam menjadi lestari, lingkungan terjaga dan juga menghentikan ketergantungan petani terhadap produk korporasi.

*Distribusi Benih Padi Unggul SPI 20 Melalui Koperasi*

Kusnan, petani SPI penangkar benih asal Tuban, Jawa Timur, menjelaskan benih padi unggul SPI 20 adalah padi silangan dari padi pendok dan padi IR 64, yang sudah bisa dipanen 75 hari setelah tanam.

“Rata-rata hasil panennya adalah enam ton per hektar, dan berpotensi delapan ton per hektar. Bahkan di ujicoba di beberapa daerah, ada kenaikan signifikan dalam setiap panennya. Benih padi unggul SPI 20 tahan terhadap serangan wereng batang coklat, dan tidak disukai tikus, juga tahan terhadap hawar daun bakteri seperti kresek, xanthomonas, dan blas. Padi ini juga tahan kekeringan, dan sangat cocok ditanam di sawah tadah hujan dan sawah irigasi. Nasinya wangi pulen,” paparnya.

Kusnan menambahkan, untuk distribusinya, benih padi SPI 20 bisa didapatkan di Koperasi Petani Indonesia (KPI, koperasinya SPI).

“Koperasi adalah bentuk ideal untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi kaum tani, yang memutus mata rantai distribusi yang selama ini dikuasai tengkulak. Berorganisasi di SPI dan membentuk koperasi insya Allah bisa mewujudkan kedaulatan mulai dari daulat benih, daulat pangan, dan daulat ekonomi,” tutupnya.(ha)

Check Also

Tak Naik Kelas, Siswa Mencoba Bunuh Diri

Kerja.Com — Tidak naik kelas, seorang pelajar SMP di Kabupaten Kediri, Jawa Timur nekat memanjat …

5410312, Sitemap 5410312.xml, 5410313, Sitemap 5410313.xml, 5410314, Sitemap 5410314.xml, 5410315, Sitemap 5410315.xml, 5410316, Sitemap 5410316.xml, 5410317, Sitemap 5410317.xml, 5410318, Sitemap 5410318.xml, 5410319, Sitemap 5410319.xml, 5410320, Sitemap 5410320.xml, 5410321, Sitemap 5410321.xml, 5410322, Sitemap 5410322.xml, 5410323, Sitemap 5410323.xml, 5410324, Sitemap 5410324.xml, 5410325, Sitemap 5410325.xml, 5410326, Sitemap 5410326.xml, 5410327, Sitemap 5410327.xml, 5410328, Sitemap 5410328.xml, 5410329, Sitemap 5410329.xml, 5410330, Sitemap 5410330.xml, 5410331, Sitemap 5410331.xml, 5410332, Sitemap 5410332.xml, 5410333, Sitemap 5410333.xml, 5410334, Sitemap 5410334.xml, 5410335, Sitemap 5410335.xml, 5410336, Sitemap 5410336.xml, 5410337, Sitemap 5410337.xml, 5410338, Sitemap 5410338.xml, 5410339, Sitemap 5410339.xml, 5410340, Sitemap 5410340.xml, 5410341, Sitemap 5410341.xml, 5410342, Sitemap 5410342.xml, 5410343, Sitemap 5410343.xml, 5410344, Sitemap 5410344.xml, 5410345, Sitemap 5410345.xml, 5410346, Sitemap 5410346.xml, 5410347, Sitemap 5410347.xml, 5410348, Sitemap 5410348.xml, 5410349, Sitemap 5410349.xml, 5410350, Sitemap 5410350.xml, 5410351, Sitemap 5410351.xml