Home / News / Rapor “Ditahan” Sekolah, Seorang Anggota “Punk” Mengadu Ke Satpol PP

Rapor “Ditahan” Sekolah, Seorang Anggota “Punk” Mengadu Ke Satpol PP

Kediri—7 Kali pernah Terjaring Satpol PP Kota Kediri karena ikut-ikutan anak komunitas “punk” akhirnya Maharani menyudahinya berkehidupan dijalanan. Dan berkeinginan untuk melanjutkan sekolah ke jenjang SMA di Kota Kediri. Namun kondisi itu nampaknya harus mengalami “hambatan”.Dirinya yang sudah 3 tahun bersekolah dijenjang pertama harus tidak bisa melanjutkan usai rapor sekolahnya tertahan akibat tidak bisa melunasi uang sekolah.

Buku rapor pemilik nama lengkap Maharani Putri Setya Anggaraini ini diduga sengaja ditahan oleh sekolah, karena ia tidak sanggup membayar biaya sekolah yang menunggak sebesar Rp 700 ribu. Peristiwa tragis ini diketahui setelah Maharani datang bersama temannya ke Markas Satpol PP Kota Kediri, Jumat (11/8/17) siang.

Kedatangan Maharani ke Mako Satpol PP untuk mengadu, sekaligus meminta solusi. Remaja putri ini berkeinginan melanjutkan sekolah ke SMA Negeri 8 Kota Kediri. Sebab, meski dari keluarga kurang mampu, namun ia bercita-cita tinggi yakni, menjadi seorang polisi wanita (polwan).

“Kami sudah lama mengenal Maharani. Sebab, sebelumnya ia sering terjaring razia karena ikut-ikutan dalam kelompok anak “Punk”. Sedikitnya sudah tujuh kali dirinya terjaring. Tetapi akhirnya Maharani sadar dan ingin melanjutkan sekolahnya. Kami sangat mendukung apa yang dicita citakan. Untuk itu, akan kami bantu,” ungkap Kabid Trantib Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid.

Setelah menerima penjelasan Maharani, Nur Khamid berjanji akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial. Dua dinas ini akan menjawab persoalan Maharani.

“Untuk biaya sekolah yang masih menunggak, mungkin akan diatasi Dinas Sosial. Lalu tentang sekolah yang akan dituju, kami koordinasikan dengan Dinas Pendidikan. Kalau memang tidak dibantu, saya sendiri yang akan melunasinya,” janji Nur Khamid.

Menurut pengakuan Maharani, sebelumnya ia tercatat aktif sebagai pelajar salah satu SMP swasta di Kediri. Selama sekolah, Maharani tercatat sebagai salah satu siswi yang berprestasi di bidang atletik atau lari. Namun ia berasal dari keluarga kurang berada.

“Kami Satpol PP Kota Kediri merasa senang atas berubahnya anak tersebut dan akan membantu sebisanya untuk melanjutkan anak tersebut untuk kembali bersekolah. Apalagi anak tersebut dulu mempunyai perstasi sebagai atlet atletik Kota Kediri. Dan harapanya mau sekolah di SMA 8 Kota Kediri dan bercita cita ingin menjadi Polwan dan bisa membantu ortu,” pungkas Nur Khamid.

Nur Khamid menegaskan, Maharani ini juga merupakan anak dari pesuruh di salah satu Rumah Sakit di Kota Kediri sehingga memang dimungkinkan keberadaan ekonomi yang membuat si anak tidak bisa mengambil rapornya.

“keinginan melanjutkan sekolah lagi sangat tinggi, dia anak dari pesuruh di RS sehingga keadaan ekonomi yang membuat anak ini belum bisa melunasi biaya sekolahnya,”ujarnya.(nb/pd)

Check Also

Harmoni Kota Kediri Dalam Lantunan Sholawat Bersama Habib Syech Dan Abdullah Abu Bakar

Kediri–Sholawatan Merajut Harmoni Berkelanjutan bersama Habib Syech dan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar di Stadion …