3 Bulan, 33 Kasus HIV / AIDS
Editorial Dedi Irawan - News
Kediri (kedirijaya.com) - Pencegahan HIV / AIDS di Kabupaten Kediri tampaknya harus makin intensif. Pasalnya, temuan kasus cenderung meningkat. Selama tiga bulan pertama 2012 saja, tercatat ditemukan 33 pengidap HIV / AIDS baru. Selama kurun waktu itu juga, sembilan pengidap meninggal dunia.
Temuan kasus tertinggi terjadi pada bulan Maret. Pada bulan ini, ditemukan 17 kasus baru HIV / AIDS. Yang memprihatinkan, satu kasus diantaranya merupakan pelajar setingkat SMA. Pelajar ini terinfeksi HIV akibat berhubungan seksual dengan sesama jenis. Tidak hanya pelajar, seorang paramedis juga terinfeksi virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia tersebut.
Jumlah temuan kasus tiap bulan mengalami kenaikan. Sebelumnya, pada bulan Januari lalu tercatat empat temuan kasus, sedangkan pada bulan Februari ada 12 temuan kasus HIV / AIDS baru. Dengan jumlah ini, sejak ditemukan pertama kali tahun 1996 hingga saat ini, tercatat 331 kasus HIV / AIDS di Kabupaten Kediri.
Kasi Pemberantasan Penyakit Menular Langsung (P2ML) Dinkes Kabupaten Kediri, Nur Munawaroh mengatakan, penularan HIV / AIDS tidak berdasarkan status atau pekerjaan melainkan faktor resiko, diantaranya hubungan seks. “Seperti pelajar atau paramedis, tidak tertular karena pekerjaannya melainkan karena faktor resiko tinggi hubungan seksual,” ujarnya.
Diakui, dalam waktu tiga bulan terakhir, kecenderungan temuan kasus HIV / AIDS meningkat. Namun hal ini tidak serta merta berarti lemahnya upaya penanggulangan penyebaran penyakit tersebut. Pasalnya, saat ini banyak warga yang termasuk dalam kelompok resiko tinggi semakin paham tentang gejala penularan HIV / AIDS. Misalnya, setelah mengalami gejala diare berkepanjangan ataupun sariawan yang tidak kunjung sembuh, mereka langsung memeriksakan diri ke klinik VCT yang ada. Hal inilah yang mendorong semakin banyaknya kasus HIV / AIDS yang terdata.
Meski demikian, dinkes tetap berupaya melakukan pencegahan penyebaran HIV / AIDS. Salah satunya dengan kampanye penggunaan kondom bagi PSK dan pelanggannya serta sosialisasi pada pelajar maupun kelompok masyarakat lainnya. “Kami juga melakukan screening pada ibu hamil, terutama yang beresiko tinggi, sehingga jika terinfeksi HIV dapat segera ditangani,” imbuh Nur Munawaroh.(free/democ)



