Pilpres 2014: Khofifah Tidak Ingin Jumawah
Kediri (kedirijaya.com) -Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa hadir di Halaqah Mukernas Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kediri, Rabu (22/2/12). Ia termasuk salah satu tokoh yang bakal diusung partai berlambang Ka’bah itu pada Pilpres 2014 mendatang.
Namun, kepada wartawan Menteri Pemberdayaan Perempuan era KH Abdurrahman Wahid ini masih malu-malu ditanya kesiapannya maju di Pilpres, meski PPP dan sejumlah parpol lain menyebut namanya layak tampil di Pilpres.
“Lihat nanti sajalah,” kata Khofifah usai menjadi pembicara pada halaqah alim ulama Mukernas PPP. Menurutnya, berdasarkan undan-undang, untuk maju sebagai calon di pilpres butuh dukungan partai.
Sementara ia bukan tokoh partai. “Bunyi undang-undangnya begitu. Jadi calon harus diusung partai,” katanya. Khofifah tidak ingin dianggap jumawa lantaran banyak dilirik partai politik. Ia tak mau terburu-buru karena tahun 2014 masih jauh.
“Tahun 2014 masih jauh,” ujarnya.
Banyaknya parpol yang melirik akan dipertimbangkannya dengan melihat dan mengukur beban bangsa di tengah dinamika ekonomi dan politik global serta kemandirian ekonomi dan politik dalam konstelasi interdependensi antarbangsa.
“Kita tentu akan mengukur beban bangsa ditengah dinamika ekonomi dan politik global serta kemandirian ekonomi dan politik dalam konstelasi interdependensi antarbangsa,” tuturnya.
Halaqah Mukernas PPP menghadirkan sejumlah tokoh nasional yang belakangan santer disebut-sebut layak maju di pilpres 2014. Selain Khofifah, tokoh lain yang dihadirkan adalah mantan Wapres Jusuf Kalla, Ketua MK Mahmud MD, dan Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan.(rif/fen)



Mesir (kedirijaya.com) – Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, beberapa saat yang lalu telah berbicara dengan Presiden Hosni Mubarak sesudah selesai berpidato dan menekankan perlunya diciptakan perubahan. Ia mengatakan, apa yang ditekankannya kepada Presiden Mubarak...»
Kediri (kedirijaya.com) – Sebuah pernyataan keras dilontarkan Aji Santoso. Asisten Pelatih Timnas U-23 ini menyatakan bahwa apabila ingin timnas bisa berprestasi di ajang internasional, maka kompetisi harus diubah. Menurut Aji, kualitas persepakbolaan suatu negara...» 


