Tak lama lagi Kediri Jaya Online akan menampilkan berbagai informasi seperti: Informasi Hotel, Restoran, Layanan Umum, Artikel Pendidikan dan sebagainya. Jika anda memiliki kritik dan saran silahkan kirimkan ke (webmaster @ kedirijaya.com)

Pembunuhan Nganjuk: Mujianto Membunuh di 23 TKP


pembunuhan

Nganjuk (kedirijaya.com) -Penyidikan dan pengembangan guna membongkar teka-teki pembunuhan yang dilakukan Mujianto (34) pemuda asal Desa Jatikapur, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, pihak kepolisian mensinyalir Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan berencana secara sadis dengan latar belakang cemburu sesama jenis yang semula 15 tempat, bertambah menjadi 23 tempat. Dari jumlah itu, tiga lokasi berada di wilayah Kediri.

“Bukan hanya 15 TKP seperti yang diutarakan tersangka, tetapi 23 TKP terdiri dari, 20 TKP di Nganjuk dan sisanya tiga TKP di Kediri. Tepatnya, dua TKP di Desa Gringging, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri dan satu TKP di Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri,” ujar sumber dari kepolisian , Jumat (17/2/12)

Saat ini, petugas Polres Nganjuk terus melakukan pencarian dan pendataan terhadap para korban dari 23 TKP itu. Polisi sudah mengantongi sejumlah nama-nama korban.

Terpisah, Waka Humas Polres Nganjuk Aiptu Samsul Hadi ketika dikonfirmasi mengenai temuan tambahan delapan TKP itu mengaku, belum dapat memastikannya. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Satuan Reskrim yang menanganinya. ” Kalau mengenai 15 TKP itu adalah pernyataan tersangka. Hal itu masih dalam taraf penyelidikan kami.  Yang jelas, ada enam TKP yang terungkap dengan jumlah korban tewas empat orang dan dua lainnya selamat,” terang Samsul Hadi.

Sebagaimana telah diberitakan bahwa, adanya 15 TKP pembunuhan yang sudah dilakukan oleh Mujianto tersebut diungkapkan Kapolres Nganjuk AKBP Anggoro Sukartono dalam konferensi persnya. Kapolres mengaku, baru enam yang terungkap dan empat diantaranya berujung pada kematian. Kasus itu terjadi sejak tahun 2011.

Keempat korban masing-masing, Ahyani (46), seorang PNS di BLK Pemprov Jatim, warga Kampung Tokelan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Romadhon (55) warga Desa/Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Basori, warga Kabupaten Pacitan, serta Sudarno (42), warga Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, yang identitasnya baru diketahui. Seorang korban lagi masih belum teridentifikasi.

Sementara dua korban lain yang selamat adalah Muhammad Fais (28) berasal dari Desa Kejapanan, Kecamatan Gempolan, Kabupaten Pasuruhan, dan Anton S Sumartono (47) warga Desa Tegalan Pamularang, Kecamatan Lawean, Kabupaten Surakarta, Jawa Tengah. (nb)

 

 



» Featured

» Populer

Asyik…Honor Guru TK Naik, PTT Teta...

wakhid Kediri (kedirijaya.com) – Sejumlah guru TK nantinya mendapatkan tambahan penghasilan Rp.100 ribu pada tahun 2012 ini. Sebelumnya setiap guru hanya memperoleh penghasilan Rp. 175 ribu. Mulai awal bulan ini rencananya naik menjadi Rp.275 ribu...» more..

Wapres Budiono Tanamkan Nasionalisme Kep...

Wapres Budiono Tanamkan Nasionalisme Kepada Siswa Siswi Di Blitar Blitar (kedirijaya.com) - Kedatangan rombongan Wakil Presiden RI Boediono langsung dihibur oleh pertunjukkan Tari Lidi Eko Kapti. Tari yang menceritakan kehidupan petani Kota/Kabupaten Blitar itu diperankan oleh para pelajar setingkat SMP dan SMA di...» more..

» Populer

Pemprov Respon Positif Keluhan DBHCT Kab...

pemkab Kediri (kedirijaya.com)– Tampaknya pemerintah Propinsi merespon positif terkait keluhan masyarakat kabupaten Kediri terkait Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCT), dimana tahun ini dinilai tidak wajar. Pasalnya, perolehan DBHCT untuk Kabupaten Kediri turun drastis...» more..

Tak Ada TPS Khusus, Pasien Rumah Sakit T...

Tak Ada TPS Khusus, Pasien Rumah Sakit Terancam Golput Kediri(kedirijaya.com)-Meski pesta demokrasi pemilukada 2010 dikabupaten kediri masih 2 bulan lagi, namun indikasi banyaknya masyarakat yang golput untuk tidak menyalurkan aspirasinya dalam pilihan bupati kediri 12 mei 2010 mendatang sudah mulai terlihat, dengan tidak...» more..