Kediri (kedirijaya.com) – Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kota Kediri, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) setempat lebih mengefisiensi belanja pengadaan barang dan jasa dengan memanfaatkan hasil karya para pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Seperti diungkapkan anggota Komisi C DPRD Yudi Ayubchan, menurutnya kemampuan para pelajar sudah bisa diuji, hal ini perlu ada perhatian pemerintah, salah satunya dengan menggunakan hasil karya siswa SMK untuk kendaraan operasional maupun beberapa perangkat penunjang kegiatan.
“Kalau tidak ada dukungan dari pemerintah, para pelajar SMK ini selamanya tidak akan mempunyai keberanian dalam menunjukkan karyanya,” ujarnya ditemui disela sidak di SMK Negeri 1 Kota Kediri.
Dia menyarankan, dalam rancanangan APBD, anggaran yang dialokasikan untuk pengadaan barang dan jasa, dialihkan untuk kegiatan praktikum di sekolah SMK. Dengan demikian, selain memperdalam ilmu dalam merakit mesin, hasilnya juga bisa diamnfaatkan untuk pemerintah.
”Usulan anggaran untuk pengadaan mesin, dialihkan untuk kegiatan praktikum di SMK, hasilnya, nanti bisa diamnfaatkan,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan Yudi Ayubchan, seperti halnya kebutuhan kendaraan pengangkut sampah maupun mesin pencacah sampah, para pelajar dengan didampingi guru pembina pasti mampu. “Dengan adanya sinergi antara pemkot dan SMK, maka selain memberikan pembelajaran tentang usaha untuk kesiapan para pelajar, dari sisi anggaran pemerintah juga diuntungkan, karena dengan menunjang kegiatan para siswa SMK menciptakan mesin, maka honor-honor pegawai pengadaan bisa dipangkas,” ujarnya. Untuk itu, dia berharap, paling cepat dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) nanti, Pemkot Kediri sudah menyiapkan gambaran awal tentang beberapa usulan untuk kegiatan ini.
“Paling cepat PAK nanti atau tahun 2013, pemkot sudah mempunyai gambaranawal bentuk kerjasama ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Kota Kediri Ramtadi mengaku siap menerima order berupa alat kerja di instansi pemerintah. Menurutnya para siswa SMK Negeri 1 sebetulnya cukup mahir memproduksi aneka peralatan kerja, namun selama ini tidak pernah mendapat order dari pemerintah kota.
“Apapun permintaan dari Pemkot, kita siap untuk mengerjakannya,” ujarnya.
Terpisah, Asisten II yang membidangi Pembangunan Budi Siswantoro menyambut baik usulan dari para anggota Komisi C, namun demikian, pihaknya juga masih memikirkan legalitas dari produsen SMK tersebut. Salah satunya, dengan terlebih dahulu membentuk Perusahaan Daerah (PD) yang membidangi aneka usaha.
“Makanya, jika SMK ingin memproduksi massal, maka bisa melakukan MoU dengan Perusahaan Daerah, yang mana konstruksinya dipakai sendiri, syukur-syukur jika bisa digunakan diluar daerah,”ujarnya.
Dari pantauan wartawan ini dilokasi, SMK Negeri 1 Kota Kediri memiliki fasilitas memadai untuk memproduksi peralatan kerja bermesin maupun manual. Bahkan kini SMK Negeri 1 Kota Kediri sudah berhasil menciptakan 2 unit mobilyang merupakan program dari pemerintah pusat merakit mobil nasional bersama siswa 22 SMK lainnya se-indonesia. (rif/fen)


