Ke Bandung, Sekda:Murni Patungan Bukan APBD VS Pegawai: Gratis
Kediri (kedirijaya.com) – Keberangkatan 137 (sebelumnya 123) pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri ke Bandung, Jawa Barat ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kediri Agus Wahyudi tidak menggunakan Anggaran pendapatan belanja daerah, melainkan patungan dari para kepala satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) dan uang pribadi.
“Untuk biayanya kami urunan (patungan) dari para kepala satker maupun secara pribadi, ada yang banyak ada yang sedikit, dan sepeser pun tidak menggunakan APBD,” tegas Sekda Kota Kediri Agus Wahyudi ketika ditemui persiapan berangkat dari balai uji kir Terminal Tamanan Kota Kediri, Jumat (20/1/12) sore.
Agus juga membantah, jika agenda yang diikuti pejabat mulai dari tingkat Kepala Kelurahan, Kepala Sekolah hingga Walikota dan Wakil Walikota ini dianggap sebagai pelesiran, karena agendanya jelas untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan pemantaban kinerja SKPD untuk pelayanan yang lebih maksimal. “Disana nanti rundown acaranya jelas. Yakni, diskusi-diskusi dan uotbound,” jelasnya.
Untuk diketahui, sesuai informasi yang berhasil dihimpun, jadwal kegiatan para pejabat selama di Bandung dengan menggunakan jasa travel 3 armada bus. Yakni, berangkat pukul 14.00 WIB dari balai uji kir, makan malam di Taman Sari Solo sekitar pukul 20.00 WIB. Sabtu (21/1/12) sholat subuh di Ciamis, pukul 08.00 WIB makan pagi di Cipancing, pukul 10.00 WIB masuk bandung dilanjutkan makan siang di Rumah makan Grafika Cikole (ada fasilitas outbond game), Tangkuban Perahu, Ciater (Mandi airhangat), Suko Jadi Mall (Paris van Java), Cek in Hotel. Minggu (22/1/12) dimulai pukul 09.00 WIB wisata Kota (pasar baru dan Cibaduyut). 12.00 WIB makan siang dilanjutkan ke Trans Studio (wisata Wahana). Senin (23/1/12) Pusat oleh-oleh Kartika Sari dilanjutkan pulang, tiba dikediri, Selasa (24/1/12) sekitar pukul 04.00 pagi.
Ketika disinggung terkait agenda yang banyak rekreasi, Agus mengaku, jika itu yang menjadi target utama, karena dengan mengunjungi tempat wisata akan diperoleh ilmu tentang pengelolaan sektor wisata untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). “Bukan rekreasi, tapi mengunjungi tempat wisata merupakan target kami untuk belajar banyak mengelola pariwisata untuk meningkatkan PAD kita,” jelasnya.
Selain itu, para pejabat juga akan diajak ke beberapa sentra home industri, hal itu dilakukan untuk memberikan pelajar pengelolaan sektor para pelaku usaha. “Beberapapelaku usaha juga akan kita serap ilmunya,” paparnya.
Dipilihnya Bandung untuk study banding, Agus mengatakan, karena untuk saat ini hanya Bandung yang mempunyai protokoler lokal paling unggul, serta ikon wisata terbesar di Indonesia. “Kita akan banyak belajar dari sana,” jelasnya.
Terpisah, salah satu pejabat yang enggan disebutkan namanya mengaku, jika agenda wisata murni dibiayai Pemkot, tidak sepeser pun mengeluarkan biaya. “Mumpung gratis ngapain gak ikut, kalau bayar, jelas saya mending dirumah saja,” ujarnya.
Sementara itu, saat pemberangkatan, Walikota Samsul Ashar dan Wakil Walikota Abdullah Abu Bakar tidak tampak ikut rombongan, hanya Sekda Agus Wahyudi dan Dahlia Ishak selaku ketua tim penggerak PKK yang ikut rombongan. Informasi yang berhasil digali, Walikota Samsul Ashar sedang ada kegiatan di Jakarta, dan akan bertemu dengan rombongan di Bandung. (rif)



Kediri (kedirijaya.com) -Buntut dari permasalahan sebelumnya atas tindakan yang diangap kurang berkenan oleh Daniel yang mengaku sebagai jajaran manajemen Hotel Insumo Palace Kediri dimana Bos PT.Triple S telah melakukan pemasangan papan sekertariat organisasi dan...»
Kediri (kedirijaya.com) – Bolehlah sayang sama anak, apalagi itu anak semata wayang, tapi apa yang dilakukan oleh Hariyanto (40) warga lingkungan Semampir Gg 5 Kecamatan Mojoroto ini salah kaprah. Demi memeriahkan lamaran anaknya dia...»
Kediri (kedirijaya.com) – Sekitar 500 perangkat desa se eks karesidenan Kediri dan Jombang yang tergabung dalam parade Nusantara nekat unjuk rasa dan memblokade simpang tiga mengkreng Purwoasri Kediri kamis, (12/1/12). Mereka menuntut percepatan pengesahan...» 
