Tak lama lagi Kediri Jaya Online akan menampilkan berbagai informasi seperti: Informasi Hotel, Restoran, Layanan Umum, Artikel Pendidikan dan sebagainya. Jika anda memiliki kritik dan saran silahkan kirimkan ke (webmaster @ kedirijaya.com)

Banyaknya Ibu tak Beri ASI Eksklusif


susu

Kediri (kedirijaya.com) – Masih banyaknya kaum ibu yang tidak memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada buah hatinya, membuat keprihatinan tersendiri bagi Ni Made Susilawati. Perempuan yang juga ketua fraksi PDI Perjuangan itu meminta agar kesadaran ibu memberikan ASI eksklusif kepada anaknya lebih ditingkatkan.

“Saya cukup prihatin sekali dengan masih banyaknya kaum ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif kepada anaknya,” ujarnya, Sabtu (24/12/12).

Untuk diketahui, berdasarkan data dari  Forum peduli ASI Kota Kediri, sedikitnya 600 dari seribu ibu melahirkan di Kota Kediri, tidak memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.

Menurut Ni Made, ASI sangat dianjurkan terutama menambah system imun pada bayi agar tidak mudah terserang penyakit. Hanya dengan memberikan susu formula, kekebalan tubuh bayi akan mudah menurun.

“Hanya dengan ASI, system kekebalan anak akan terus meningkat, untuk itulah, saya berharap agar kaum ibu selalu memberikan luang waktu untuk menyusui,” ujarnya.

Selain itu, dia juga menyayangkan kurang adanya perhatian dari pemerintah kota Kediri maupun dunia kerja yang hingga kini belum ada tempat khusus untuk menyusui anaknya, maupun mengambil ASI yang kemudian disimpan yang nantinya diberikan kepada anaknya. Padahal, berdasarkan angka terbesar alas an banyaknya ibu tidak menyusui, karena factor sibuk pekerjaan “ASI kan juga bisa diambil, jika memang sibuk dengan pekerjaan, para ibu bisa mengambil ASI itu, kemudian disimpan dan diberikan pada buah hatinya usai pulang kerja,” ujarnya.

Fasilitas ibu menyusui ini salah satunya adalah ruang menyusui atau memerah susu. Hingga saat ini, hanya perusahaan daerah dan instansi pemerintah Kota Kediri yang bersedia mengakomodir adanya ruang menyusui. Padahal, di Kota Kediri, mayoritas perempuan bekerja di sektor swasta sebagi karyawan atau buruh dimana tidak disediakan ruangan untuk menyusui.

Terpisah, Wakil Ketua I DPW Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Jawa Timur Nur Baedah, menjelaskan bahwa sesuai pasal 83 UU No.13/2003 tentang ketenagakerjaan, buruh perempuan harus diberi kesempatan untuk  menyusui anaknya jika harus dilaksanakan pada jam kerja. Penjabaran pasal ini bisa berupa penyediaan tempat menyusui sesuai kondisi dan tertulis dalam peraturan perjanjian kerja.

“Yang dibutuhkan adalah kesempatan untuk menyusui atau memerah susu pada jam kerja, hanya sebentar, ruangan penyimpanannya juga tidak perlu besar,”jelasnya.

Diakui Nur, meski perusahaan memiliki kewajiban menyediakan fasilitas menyusui, namun realisasinya masih tergantung dari para karyawan tersebut. Saat ini, kebanyakan karyawan perempuan belum teredukasi tentang pentingnya menyusui bayi secara ekslusif.

“Selain karena posisi buruh yang lemah, para karyawan juga harus memperjuangkan secara berkelompok agar kesempatan menyusui itu ada di tempat kerja,”paparnya. (rif)



» Featured

» Populer

Pesta Miras, Ibu Rumah Tangga Tewas

Pesta Miras, Ibu Rumah Tangga Tewas Kediri (kedirijaya.com) – Naas sekali nasib yang dialami ibu rumah tangga tewas usai menggelar pesta miras bersama dua orang pria. Saat ini korban tengah menjalani outopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri. Sebutsaja Paini...» more..

Penjual Bakso Simpan Bahan Peledak

Penjual Bakso Simpan Bahan Peledak Kediri (kedirijaya.com) – Agus Khoirul (41) pedagang bakso keliling warga Dusun Bulu Desa Mukuh Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri diamankan polisi karena kepergok menyimpan bahan peledak (petasan). Kasus kepemilikan bahan peledak ini terungkap berdasarkan informasi...» more..

» Populer

Inflasi Dari Tahun Ke Tahun di Kota Kedi...

Inflasi Dari Tahun Ke Tahun di Kota Kediri 3,32 Persen Kediri (kedirijaya.com) – Pada bulan Maret Tahun 2010 di Kota Kediri terjadi deflasi 0,71 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 116,98. Dari tujuh kota di Jawa Timur yang dihitung sebagai penimbang IHK-Inflasi Nasional...» more..

Artis Kawakan Mpok Lela, Pecandu Rokok

Artis Kawakan Mpok Lela, Pecandu Rokok Kediri (kedirijaya.com) – Siapa yang menyangka bahwa komedian Lela Sari atau yang biasa dikenal Mpok Lela dulu adalah seorang pecandu rokok. “Dulu, sejak Lela masih remaja, suka sekali dengan rokok. Rasanya enak sekali, bisa...» more..