Tak lama lagi Kediri Jaya Online akan menampilkan berbagai informasi seperti: Informasi Hotel, Restoran, Layanan Umum, Artikel Pendidikan dan sebagainya. Jika anda memiliki kritik dan saran silahkan kirimkan ke (webmaster @ kedirijaya.com)

Hari Ibu: Wahai Para Ibu Siapakah Teladanmu?


doa ibu

Perempuan Muslim Teladan

Mereka yang tumbuh dan hidup dalam sistem pendidikan Islam membentuk kelompok kedua dari para teladan. Sumber informasi mengenai kelompok pertama, perempuan dalam umat-umat terdahulu, adalah Al-Quran, sumber informasi terpenting di Dunia Islam. Namun, sumber informasi tentang pribadi-pribadi Muslim teladan merupakan koleksi sangat luas dalam catatan sejarah dan kata-kata yang diriwayatkan dari para pemimpin awal Islam. Beberapa bagian dari koleksi informasi yang luas ini tidaklah dapat diandalkan sepenuhnya. Dengan begitu, sangatlah krusial bagi seseorang untuk merujuk pada dokumen-dokumen sejarah yang berbeda untuk memastikan peristiwa atau pembicaraan yang dilaporkan itu otentik. Namun demikian, sumber-sumber ini memiliki keuntungan karena begitu terperinci dan, dibandingkan dengan Al-Quran, memuat beragam data yang luas tentang sejumlah karakter teladan. Maka satu cara terbaik untuk menegaskan sebuah perilaku sebagai kesalehan adalah dengan menemukannya pada figur yang saleh. Hal yang penting lainnya adalah bahwa perempuan dalam Al-Quran kebanyakan ditampilkan dalam identitas esensialnya sebagai sosok perempuan dan suatu telaah mengenai peran mereka dalam kehidupan diletakkan pada signifikansi yang sekunder. Namun demikian, dalam catatan sejarah yang tersedia, perempuan secara mendasar digambarkan dalam peran-perannya dalam kehidupan sehingga deskripsinya sangat dipengaruhi oleh asumsi-asumsi pandangan patriarkal dari periode-periode sejarah yang berbeda. Maka, Al-Quran adalah tak terbandingkan oleh semua teks tersebut dalam rangka menemukan status sejati perempuan dalam Islam. Juga sangat vital untuk menggunakan Al-Quran sebagai standar untuk menilai catatan-catatan sejarah tersebut, khususnya karena sebagian besar ambiguitas dan komplikasi mengenai status perempuan dalam Islam berakar dari laporan-laporan sejarah tersebut.

Perempuan Muslim teladan terbagi dalam dua kelompok; perempuan dari kalangan Ahlul Bait Rasulullah SAW dan para pengikut setianya dari kalangan perempuan secara umum. Di antara anggota kelompok pertama, kita dapat menyebut nama-nama seperti Khadijah as (istri Nabi SAW), Fatimah as (putri beliau SAW), Zainab as (cucu perempuan SAW), serta beberapa saudara perempuan para Imam dan anak perempuannya, seperti Fatimah dan Sakinah (putri-putri Sayyidina Husain), Fatimah (saudara perempuan Imam Ridha), dan Hakimah (anak perempuan Imam Ali an-Naqi). Para istri sebagian imam juga termasuk dalam daftar tersebut, seperti Ibunda Imam Mahdi, Narjes, yang menurut beberapa laporan sejarah seorang murid Isa as. Terdapat juga sejumlah nama perempuan yang disebutkan sebagai pengikut setia Rasulullah SAW dan para Imam.

Fatimah Zahra

Fatimah, putri Rasulullah SAW, memiliki status paling tinggi di antara semua karakter tersebut. Karakteristiknya identik dengan apapun yang dinilai Al-Quran sebagai terpuji dan berharga pada diri perempuan. Berikut ini merupakan sejumlah laporan yang diriwayatkan tentang status spiritualnya.

  1. Fatimah merupakan sosok terpilih di antara seluruh perempuan di dunia.
  2. Fatimah bercakap-cakap dengan para malaikat dan bahkan setelah wafatnya Rasulullah SAW, berbicara dengan Jibril dan menerima beberapa penjelasan darinya.
  3. Fatimah dipandang pada derajat tinggi oleh Allah dan Allah telah menetapkannya sebagai salah seorang hamba-Nya yang terpilih.
  4. Fatimah merupakan titik sentral Ahlul Bait Nabi SAW dan semua anggota yang dirujuk pada Ahlul Bait berada dalam terminologi hubungan mereka dengannya. Diriwayatkan bahwa Allah, ketika berbicara kepada Jibril, merujuk pada anggota-anggota keluarga suci ini dalam terminologi berikut; mereka adalah Fatimah, ayahnya, suaminya, dan putra-putranya.
  5. Fatimah adalah salah satu dari orang-orang yang bersegera dalam melakukan semua perbuatan baik.
  6. Fatimah merupakan seorang manusia tersabar, yang mengalami berbagai derita dan diksriminasi dari orang-orang zalim tetapi tidak pernah mengutuk seorang pun dari mereka.
  7. Fatimah memiliki status tinggi sebagai eksistensi suci yang mampu memberikan pertolongan (syafaat) atas izin Allah untuk umat manusia.
  8. Fatimah merupakan kriteria bagi perbuatan-perbuatan manusia pada hari pengadilan
  9. Fatimah mengaplikasikan seluruh kualitas dan posisi tersebut pada perilakunya yang khas terhadap kehidupan dan perubahannya serta energi Fatimah yang seakan tak pernah habis dalam meraih pertumbuhan spiritual dan kesempurnaan.

Sikap Fatimah terhadap Kehidupan

Sebuah telaah yang seksama tentang gaya hidup Fatimah menunjukkan bahwa seluruh hidupnya dibentuk satu prinsip yang esensial; lebih memilih kesusahan daripada kemudahan.

Seseorang mungkin akan terkejut ketika mengetahui prinsip seperti itu; mengapa ia mesti memilih prinsip tersebut dan melaksanakannya sepanjang hayat? Di Dunia modern kita, yang di dalamnya seluruh nilai secara drastis mengalami metamorfosis dan yang di dalamnya teknologi bermaksud untuk mereduksi kesulitan dan memanjakan manusia dengan kemungkinan maksimal dari kemudahan dan kenyamanan, pertanyaan di atas jelaslah sangat relevan. Islam, bagaimanapun, memiliki pandangannya tersendiri.

Ketika berbicara tentang penemuan diri dan pertumbuhan spiritual, Islam mendorong adanya pengalaman dalam menghadapi kesulitan hingga batas yang layak bagi seseorang. Membangun suatu karakter memerlukan ketahanan akan kesusahan.

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (QS. Al-Insyirah : 5)

Ini merupakan prinsip yang sama, yang dapat ditemukan dalam kehidupan semua orang saleh, para reformis besar, dan semua pencari tujuan-tujuan yang bermakna. Berikut beberapa contohnya.

  1. Lebih memilih kemiskinan ketimbang kemakmuran dan kekayaan. Meskipun memiliki penghasilan yang stabil dari tanah Fadak, Fatimah hidup dalam kemiskinan dan mendermakan penghasilannya pada fakir miskin. Ia diriwayatkan pernah berkata, ”Aku tidak memiliki sesuatu apapun kecuali sepasang sepatu sobek dan penuh tambalan serta sehelai pakaian dan selembar hijab dalam kondisi yang sama.”
  2. Lebih mencintai orang lain daripada diri sendiri; putra Fatimah, Sayyidina Hasan mengenang ibunya sebagai berikut, ”Suatu kali, ibuku mendirikan shalat sejak pertengahan malam hingga fajar menjelang dan mendoakan seluruh orang kecuali dirinya sendiri. Aku bertanya, kenapa ? beliau berkata, putraku tersayang! Yang pertama adalah tetangga lalu dirimu.
  3. Lebih menyukai kesederhanaan daripada kemewahan. Fatimah mendermakan perhiasan-perhiasan lehernya, anting-anting, perhiasan-perhiasan anak-anaknya, dan gorden-gorden rumahnya yang indah untuk membantu kemajuan Islam. Ayahnya, Nabi SAW, merupakan sumber pendorong akan hal ini.
  4. Lebih menyukai usaha dan kesulitan daripada kemudahan dan kemalasan. Fatimah bersikeras mengerjakan sendiri tugas-tugas rumah tangga dan tangannya menunjukkan efek kerja keras itu.
  5. Lebih menyukai shalat malam daripada tidur dan beristirahat. Putranya, Sayyidina Hasan pernah menuturkan, ”Tak seorang pun yang lebih mengabdi daripada Fatimah. Ia berdiri di atas kakinya (mendirikan shalat) begitu lama sehingga kakinya bengkak.”

”Pada sebagian besar malamnya, ia mendirikan shalat hingga pagi hari.”

  1. Lebih suka menentang kezaliman daripada diam. Fatimah adalah pejuang Tuhan di hadapan kezaliman, khususnya setelah Rasulullah SAW wafat, ketika dirinya melancarkan protes terhadap berbagai ketidakadilan dengan keberanian luar biasa. Dua di antara penentangannya yang penting tercermin dari dua khutbah yang disampaikannya; satu di masjid dihadapan semua orang, satunya lagi di rumah di hadapan kehadiran orang-orang yang datang menjenguknya tatkala sakit. Ia memohon kepada suaminya, Sayyidina Ali, agar menguburkannya diam-diam sehingga orang-orang zalim tidak mengetahui kuburnya dan, dengan begitu, terhindar dari hipokritas (kemunafikan) yang dipertontonkan orang-orang tersebut setelah kematiannya. Ini juga merupakan suatu bentuk yang kompleks dari penentangan Fatimah as terhadap kezaliman orang-orang tersebut.

Semua yang disebutkan di atas secara konsisten dilaksanakan karena Fatimah hendak meraih status tinggi dari keridhaan Allah serta dileburkan dalam eksistensi-Nya yang abadi, tangga tertinggi dari kesempurnaan manusia. Kaum perempuan yang hidup semasa dengan Fatimah mengatakan bahwa Fatimah memiliki seluruh karakteristik kemanusiaan yang transenden.

”Aku tidak pernah melihat seorang perempuan yang lebih peduli daripada Zahra.

”Rasulullah SAW memberikan padaku putrinya. Maka, kudidik sang putri itu tetapi ia ternyata lebih terdidik dibandingkan aku.” Istri Nabi SAW, Aisyah berkata, ”Aku tidak pernah melihat seorang perempuan pun yang lebih mukmin daripada Fatimah.” Aku tidak pernah melihat siapa pun yang lebih utama dibanding Fatimah kecuali ayahnya.”

Haruslah diperhatikan bahwa kualitas-kualitas yang disebutkan dari sumber-sumber yang berbeda, sebagai bukti bagi status spiritual Fatimah dan karakter teladannya, merupakan tanga-tanda umum kesempurnaan bagi segenap manusia, di mana masalah gender sama sekali tidak berperan apapun dalam konteks ini.

Kesimpulan

Sudah menjadi Fitrah Manusia untuk mencontoh sosok yang ideal. Dalam Islam, sosok yang ideal mewujud pada pribadi-pribadi tertentu, yang memiliki nilai-nilai spiritual termulia.

Melalui sebuah telaah terhadap karakter-karakter dalam Al-Quran dan teks-teks Islam, menjadi jelas bahwa kesempurnaan spiritual terbuka bagi siapapun, baik pria maupun perempuan. Kami menyajikan beragam contoh mengenai perempuan-perempuan yang telah meraih kedekatan dengan Tuhan dan menjadi teladan bagi pria dan perempuan di seluruh penjuru dunia. Dalam pribadi-pribadi yang disebut sebagai ”empat perempuan sempurna” kesalehan-kesalehan abadi telah dipaparkan, seperti kesabaran, kesucian, dan keberanian. Sebagai perempuan, mereka juga menampilkan diri di hadapan kaum perempuan Muslim, pelbagai model peran yang ideal dalam tugas-tugasnya sebagai istri dan ibu. Pada diri Maryam as, kita menyaksikan pengaruh langsung kesuciannya dalam membesarkan dan mendidik puranya, Nabi Isa as. Pada Khadijah, kita melihat signifikansi persahabatan seorang istri pada suaminya dalam mendukung sang suami dalam kehidupan yang berorientasi Ilahiah. Pada karakter Aisyah as, kita mengamati suatu personifikasi keberanian dan pengabdian pada Tuhan dalam penentangannya terhadap tirani dan kezaliman suaminya. Semua kebaikan dan kesalehan tersebut bersatu padu dalam semangat tanpa akhir pada diri Fatimah az-Zahra as. Ia benar-benar merupakan perempuan paling inspiratif dalam penciptaan dan cahayanya bersinar layaknya obor yang menerangi umat manusia.

Seorang perempuan Muslim selamanya diberkati dengan keberadaan para teladan tersebut, yang menampilkan baginya suatu bimbingan dan inspirasi yang diperlukan untuk meraih kesempurnaan dan tetap mulia di antara perempuan-perempuan lain di masanya. (Rahajeng SNR)



» Featured

» Populer

Ternak Warga Di 2 Kecamatan Diserang Pen...

Ternak Warga Di 2 Kecamatan Diserang Penyakit Misterius Kediri (kedirijaya.com) -  Masyarakat Kabupaten Kediri tengah resah dengan adanya penyakit yang menyebabkan hewan sapi peliharaan mereka lumpuh. Para peternak  di Kecamatan Gurah dan Kayen Kidul harus menjual sapi-sapi piaraannya dengan harga rendah usai...» more..

Pengertian Dasar Protein

Pengertian Dasar Protein (Pengertian Dasar Protein) – Protein adalah polimer biologi yang tersusun dari molekul-molekul kecil yang dinamakan asam amino. Rentang massa molekulnya dari 6000 sampai puluhan ribu, sehingga protein dapat merupakan molekul sangat besar. Selain tersusun...» more..

» Populer

Pemkot Pertahankan STAIN Kediri

Pemkot Pertahankan STAIN Kediri Kediri (kedirijaya.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri berupaya mempertahankan keberadaan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri tetap berada di Kota Kediri dan tidak ‘hijrah’ ke wilayah Kabupaten Kediri. Alasannya, STAIN merupakan satu dari...» more..

Tes HIV/Aids,Jalan Santai,Donor Darah Di...

Tes HIV/Aids,Jalan Santai,Donor Darah Di HPN 2011 Kediri(kedirijaya.com) – Peringatan hari pers nasional (HPN) 2011 ini, persatuan wartawan Indonesia (PWI) Kediri sengaja menggelar even yang berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya, jika sebelumnya hanya melibatkan kalangan instansi pemerintah maupun swasta. Tahun 2011 ini...» more..