Bisnis Menara Telekomunikasi Kian Bertumbuh
Kedirijaya.com – Bisnis penyediaan menara BTS tahun depan akan mewarnai industri telekomunikasi. Tak ada lagi alasan kelangkaan lahan dan birokrasi perizinan yang masih berbelit-belit.
Bisnis menara telekomunikasi kian menjanjikan sejalan dengan target National Broad Plan menjangkau 30 persen populasi yang tersebar di enam Koridor Ekonomi Indonesia pada tahun 2014. Keenam Koridor Ekonomi ( KE) ialah KE Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi-Maluku Utara, Bali-Nusa Tenggara dan KE Papua-Maluku. Bisnis pengadaan menara kian terbuka peluangnya untuk menunjang program Indonesia Connected 2010-2012. Indikator tercapainya program ini adalah terkoneksinya seluruh desa dan internet kecamatan. Di samping itu para operator nirkabel pun ingin meningkatkan pelayanan mereka dan melakukan ekspansi bisnisnya.
Peluang bisnis menara bisa lihat dari industri telepon seluler tahun ini yang tumbuh sekitar 10 persen. Menurut sebuah riset perusahaan sekuritas di Jakarta, jumlah pengguna ponsel tahun ini bertambah 20 juta. Menurut analis IndoPremier Securitas Lily Santosa beberapa waktu lalu, kalau satu menara bisa melayani 1.100 pelanggan, maka untuk mengimbangi pertambahan jumlah 20 juta pelanggan, setidaknya diperlukan 18.000 menara. Angka inilah yang diperebutkan para operator menara telekomunikasi.
Untuk melakukan efisiensi, ada kecenderungan operator nirkabel menjual menara yang dimiliki, kemudian menyewanya dari penyedia independen. Misalnya PT. Indosat Tbk berencana menjual 4.000 dari 11.000 menara telekomunikasi nirkabel. Tiga operator menara : PT. Solusi Tunas Pratama, PT. Sarana Menara Nusantara Tbk yang dikendalikan Grup Djarum dan PT. Tower Bersama Tbk milik Grup Saratoga. Dalam keterangan pers (15/11/2011), Corporate Secretary Tower Bersama, Helmy Yusman Santoso menyatakan, perusahaan sudah mengantongi persetujuan awal untuk mengakuisisi sebagian menara milik Indosat.
Dalam beberapa tahun terakhir, operator menara PT. Solusi Tunas Pratama terbilang yang gencar melakukan akuisisi menara.Misalnya pada tahun 2007 Tunas Pratama mengakuisisi 528 menara milik PT. Ericsson. Sehingga jumlah menara yang dimilikinya menjadi 1.121 unit. Penyewanya antara PT.Bakrie Telecom (51 persen), PT. Axis Telekom Indonesia (23 persen) dan operator nirkabel lainnya 26 persen.
Sementara itu Axis dalam upaya mempercepat ekspansi jaringan, menggandeng vendor teknologi Ericsson untuk membangun 1.000 menara 2G dan 3G tahun depan. Kemitraan strategis dengan Ericsson untuk memperluas dan mengoptimalkan jaringan Axis secara signifikan, termasuk mengimplementasikan teknologi HSPA yang menawarkan akses data dengan kecepatan lebih tinggi. AXIS merupakan operator seluler 2G dan 3G dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia, melayani lebih dari 15 juta pelanggan.
Untuk meningkatkan pelayanannya, Axis juga sedang melakukan tender penyewaan menara yang mendapat tanggapan luar biasa dari para mitra yang bekerjasama. Seperti dikatakan Michael McPhail, Chief Technology Officer Axis, lebih 20 perusahaan penyedia menara dan operator telah mengajukan proposal menyediakan 5.000 menara telekomunikasi sebagai bagian dari rencana ekspansi.
Strategi penyewaan merupakan komitmen AXIS mendukung inisiatif pemerintah untuk pemanfaatan infrastruktur bersama. Hal ini merupakan langkah meningkatkan penetrasi layanan telekomunikasi seluler di Indonesia, seperti juga memberikan kesempatan bagi industri telekomunikasi menurunkan biaya operasional dan mempercepat pengerjaan jaringan serta pemanfaatan menara dan infrastruktur secara bersama-sama yang ramah lingkungan. Selain itu, penggunaan menara bersama juga untuk mengatasi kelangkaan lahan dan mengatasi birokrasi perizinan yang masih berbelit-belit. Bahkan menurut Ketua ATSI (Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia), Sarwoto Atmosutarno, pihaknya banyak menerima pengaduan anggotanya mengenai banyaknya BTS yang dirobohkan tanpa alasan yang jelas. Dilihat prespektif anjuran pemerintah dan keterbatasan yang dihadapi, bisnis penyediaan menara atau BTS tahun depan akan mewarnai industri telekomunikasi.(mediatren)





