Tak lama lagi Kediri Jaya Online akan menampilkan berbagai informasi seperti: Informasi Hotel, Restoran, Layanan Umum, Artikel Pendidikan dan sebagainya. Jika anda memiliki kritik dan saran silahkan kirimkan ke (webmaster @ kedirijaya.com)

BI :Perkembangan Kegiatan Dunia Usaha Triwulan III / Tahun 2011


bi

Kedirijaya.com – Kegiatan dunia usaha di wilayah Eks Karesidenan Kediri dan Madiun pada triwulan III/2011 mengalami ekspansi sebagaimana yang tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 23,08%, sedikit melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (SBT 39,99%). Hampir seluruh sektor ekonomi mengalami ekspansi, masing-masing dari yang tertinggi yaitu sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran (PHR) dengan nilai SBT sebesar 7,72%; sektor Jasa-Jasa sebesar 6.30%; sektor Industri Pengolahan sebesar 5,34%; sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan sebesar 4,30%, sektor Bangunan sebesar 3,29%; sektor Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 2,93%; serta sektor Listrik, Gas dan Air Bersih sebesar 0,88%. Sedangkan pada sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan mengalami penurunan (kontraksi) dengan nilai SBT sebesar -7,69%. Secara umum, perlambatan ekspansi usaha pada triwulan III/2011 disebabkan oleh menurunnya produktivitas sektor pertanian, khususnya sub sektor tanaman pangan seiring dengan faktor cuaca dan serangan hama di sentra-sentra pertanian di wilayah eks Karesidenan Kediri dan Madiun. 

Indikator harga jual pada triwulan III/2011 mengalami peningkatan, yang tercermin dari nilai SBT sebesar 29,29% dan diperkirakan masih akan berlanjut pada triwulan mendatang dengan SBT 4,26%. Pada triwulan III/2011 seluruh sektor ekonomi mengalami peningkatan harga jual, dengan peningkatan tertinggi terjadi di sektor Industri Pengolahan (SBT 8,01%), sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan (SBT 6,59%), serta sektor PHR (SBT 5,40%). Peningkatan harga jual tersebut disebabkan meningkatnya harga bahan baku/material khususnya untuk sektor industri pengolahan, sektor bangunan. Selain itu, penurunan produktivitas pertanian, khususnya subsektor tanaman pangan sebagai akibat gangguan cuaca dan serangan hama menjadi memicu kenaikan harga komoditas pangan.

Perlambatan ekspansi kegiatan usaha yang terjadi pada triwulan III/2011 tersebut juga berdampak terhadap penurunan penggunaan tenaga kerja, yang tercermin dari nilai SBT yang mengalami kontraksi sebesar -0,76%. Hampir seluruh sektor mengalami kontraksi penggunaan tenaga kerja, dimana sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan menempati urutan tertinggi dengan SBT sebesar -4,39%. Sementara itu, sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan, sektor Jasa-jasa, serta sektor PHR masih menunjukkan peningkatan penggunaan tenaga kerjanya.

Pada triwulan IV/2011, kegiatan dunia usaha dan penggunaan tenaga kerja secara triwulanan diperkirakan akan meningkat. Peningkatan tersebut diperkirakan dipicu oleh meningkatnya permintaan domestik seiring dengan faktor musiman, yaitu perayaan Natal dan momen liburan akhir tahun. Selain itu, dimulainya musim tanam seiring dengan datangnya musim hujan diperkirakan menjadi alasan meningkatnya optimisme para pengusaha di sektor pertanian dalam melihat kegiatan usahanya ke depan. Seluruh sektor ekonomi diperkirakan akan meningkat, dengan peningkatan tertinggi terjadi di sektor PHR (SBT 6,95%) dan sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan (SBT 6,59%). Peningkatan kegiatan usaha dan penggunaan tenaga kerja, juga diikuti dengan indikator harga jual, yang pada triwulan IV/2011 diperkirakan akan mengalami peningkatan (SBT 4,26%), meskipun dengan tren yang sedikit menurun dibandingkan dengan perkiraan periode sebelumnya. Peningkatan harga jual tertinggi diperkirakan akan  terjadi di sektor PHR (SBT 4,63%) seiring dengan faktor musiman, yaitu menjelang Natal dan liburan akhir tahun.

 Beberapa indikator lain yang memberikan gambaran mengenai kegiatan dunia usaha di wilayah ini, antara lain yaitu : situasi bisnis selama triwulan laporan dan perkiraan situasi bisnis pada 6 bulan mendatang dengan kondisi baik. (Matsisno pemimpin BI Kediri)



» Featured

» Populer

ZTE Skate Dibanderol 200 Euro

ZTE Skate Dibanderol 200 Euro Kedirijaya.com - ZTE kini sudah dikenal sebagai vendor yang berhasil menerobos pasar global. ZTE juga diketahui sebagai produsen elektronik asal Cina yang rajin meluncurkan ponsel Android. Salah satu ponsel Android ZTE yang ditunggu-tunggu adalah...» more..

Pesawat Mainan Menjadi Senjata Baru Tero...

pesawat-model-yang-dioperasikan-dengan-remote-control-ilustrasi Pesawat model dengan teknologi radar atau dioperasikan dengan remote control potensial menjadi senjata baru teroris. Baru-baru ini, pria 26 tahun asal Boston ditangkap karena dicurigai merencanakan serangan ke Pentagon dan Gedung Kongres AS dengan...» more..

» Populer

Striker Kena Demam Berdarah, Mess Persik...

Striker Kena Demam Berdarah, Mess Persik Difogging Kediri(kedirijaya.com) – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri bakal melakukan fogging alias pengasapan terhadap Mess pemain Persik Kediri Jl PK Bangsa Kota Kediri. Menyusul, penyakit Demam Berdarah (DB) yang menjangkiti striker...» more..

Universitas Brawijaya Kediri Tak Perlu D...

Universitas Brawijaya Kediri Tak Perlu Ditakuti Kediri (kedirijaya.com) – Perguruan tinggi swasta di Kota Kediri tidak perlu khawatir kehilangan mahasiswa menyusul pembukaan Cabang Unibraw di Kota Kediri. Karena di dalam draf MoU antara Pemkot Kediri dan Unibraw juga akan dicantumkan...» more..