Percaloan: Sewa Rp.10.000 Hingga Rp.15.000, Uji Kir Lolos
Kediri (kedirijaya.com) – Praktek percaloan yang berlangsung di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubkominfo) Kota Kediri yang dinilai marak juga tidak lepas dari peran serta pihak luar. Berdasarkan hasil penelusuran, ternyata ada jasa persewaan ban, untuk pemohon uji kir.
Jasa persewaan ban itu ada sekitar Jalan Semeru, Kecamatan Mojoroto. Letaknya kurang lebih 500 meter dari Balai Uji Kir. Sebuah bengkel kendaraan dan tambal ban atas nama YD.
” Satu ban mobil ukuran 13 dan 14, kami sewakan Rp 10 ribu. Sedangkan ban truk seharga Rp 15 ribu,” ujar istri YD ditemui di bengkelnya, Rabu (30/11/11) pagi.
Dia mengakui, jika mayoritas penyewa ban miliknya adalah pemohon uji kir yang ditolak karena persoalan ban gundul. Katanya, hampir setiap hari ada penyewa yang datang memanfaatkan ban miliknya.
Dugaanya, para calo memanfaatkan jasa persewaan ban tersebut. Sehingga mereka bisa meminta ongkos lebih besar kepada pemilik kendaraan, sebagai biaya melengkapi kekurangan.
Kepala Dishubkominfo Kota Kediri Hadi Wahjono menegaskan, tidak ada toleransi bagi pemohon uji kir yang tidak memenuhi syarat kelayakan. Mereka diminta melengkapinya, baik mendatangkan mekanik dari luar, maupun kembali ke bengkelnya.
Terangnya, sedikitnya ada tiga tahapan yang wajib dilalui setiap kendaraan pemohon uji kir. Mulai dari uji emisi, uji ukur berat kendaraan, pengecekan rem dan terot serta boljoin. Semua tahapan wajib dilalui tanpa ada pengecualian. Petugas yang menguji, katanya, sudah sangat profesional.
” Sebenarnya, arusnya sudah jelas. Dicek dulu di halaman ini, kemudian cek gedung CS, apabila ada lampu satunya mati. Penguji ada catatanya,” katanya.
Imbuhnya, sehari rata-rata 30 kendaraan yang memohon diuji kir. Sementara juga petugas penguji lima orang dan asistennya juga lima orang. Dia menjamin petugas tidak akan melakukan hal-hal yang menyimpang. Mereka selalu berseragam biru tua, untuk membedakan dengan pegawai lainnya. (nb/em)




Kediri (kedirijaya.com) – Kantor arsip dan perpustakaan Kota Kediri tampaknya kurang perhatian terhadap koleksi buku-buku kuno. Buku-buku tersebut dibiarkan rusak tanpa ada perawatan khusus. Dari pantauan di perpustakaan Kota Kediri Jalan Mastrip buku-buku kuno...»
Kediri (kedirijaya.com) – Wali Kota Kediri Samsul Ashar menilai sistem pengelolaan anggaran di Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri masih belum maksimal, banyak pengajuan anggaran yang belum sepenuhnya terserap, terutama untuk target kesejahteraan masyarakat. “Pola pikir...» 
