Ribuan Masyarakat Kota Kediri Berebut Koin Rp. 1000
Kediri (kedirijaya.com) – Ribuan masyarakat Kota Kediri berebut uang pecahan Rp 1000 dalam rangka peringatan tahun baru hijriyah 1433 atau yang biasa dikenal dalam kalender jawa 1 Sura di Jalan Erlangga Kota Kediri, Minggu (27/11/11)kemarin.
Tradisi yang biasa disebut Dono Weweh tersebut selalu dilakukan para komunitas Garuda Mukha setiap memasuki tahun baru dalam kalender jawa, dengan maksud memberikan sedekah untuk berbagi sesama. “Kami hanya ingin berbagi kepada mereka, atas rejeki yang kami dapatkan,” ujar Ketua komunitas Garuda Mukha Kediri Raden Mas Ngabehi Tono Setyobimoseno.
Dalam tradisi Dono Weweh tersebut, pihaknya telah menyiapkan uang sekitar Rp 3 juta dalam bentuk koin Rp 1000-an untuk dibagikan kepada seluruh masyarakat yang hadir dalam acara itu. “Kami menyiapkan koin 1000-an dengan jumlah total sekitar Rp 3 juta,” ujar Tono.
Selain tradisi Dono Weweh, komunitas Garuda Mukha juga menggelar tradisi kirab pusaka, 9 macam gunungan yang berisi buah, sayuran dan nasi, serta sembilan kesenian tradisional dari berbagai daerah di seluruh Nusantara. Seperti Reog Ponorogo, Barongan Kemiren Banyuwangi, 9 Jaranan, Wayang Krucil dari Selopanggung, Semen, Dongkrek Madiun, tari kecak dari Bali, serta kesenian Barongsai. “Semua keseniannya dengan jumlah angka sembilan macam. Bahkan, untuk acara juga dimulai tepat pukul 09.00,” jelasnya.
Tradisi ini dilakukan, dijelaskan Tono, agar Indonesia pada umumnya dan Kota Kediri khususnya selalu tentram dan damai. “Agar Kota Kediri dan seluruh masyarakat Indonesia selalu dalam lindungan Sang Maha Kuasa,” ujarnya.
Sebelum kirab pusaka, ritual sebelumnya juga dilakukan jamasan Pusaka atau mencuci pusaka, kirab pusaka, pagelaran wayang purwo. “Ritual kami lakukan selama dua hari dua malam,” jelasnya.
Menurutnya, sudah saatnya budaya Jawa yang selama ini terkesan dilupakan, kembali ditumbuhkan, karena memunyai nilai yang sangat tinggi dan perlu dilestarikan. “Sudah saatnya kita membangkitkan kembali kebudayaan kita yag selama ini terkesan dilupakan,” ujarnya.
Terpisah, Sunaryo (51), Warga Jamsaren Kota Kediri mengaku jika dengan mendapatkan gulungan yang menjadi rebutan akan mendatangkan rejeki dan selalu mendapat berkah. “Agar mendapatkan berkah saja,” ujarnya singkat dengan membawa beberapa sayuran dan buah-buahan.
Sementara itu, dengan adanya kegiatan tersebut, Jalan Erlangga yang merupakan jalan protokoler sempat ditutup, karena banyaknya warga yang menyaksikan dan berebut gunungan.(rif)




