Kediri (kedirijaya.com) – Belum juga diserahkannya Rumah susun sistem sewa (Rusunawa) dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) ke Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri membuat bangunan yang menghabiskan Rp 22 milyar tersebut tak dianggarkan untuk biaya perawatan pada tahun angaran 2012.
“Kalau sampai Desember belum diserahkan, maka akan berdampak pada pengajuan anggaran untuk biaya perawatan, sudah pasti kita tidak akan menyetujuinya, karena masih tanggung jawab
pemerintah pusat,” ujar anggota Komisi C Yudi Ayubchan, Senin (21/11/11).
Selama ini untuk biaya perawatan, dikatakan Ayub – sapaan akrab Yudi Ayubchan – masih ditanggung pihak PT Waskita Raya selaku rekanan, namun perawatan tersebut berlangsung hanya sampai selama 6 bulan, setelah itu tanggung jawab dari
pemerintah. “Tahun depan sudah bukan lagi tanggung jawab rekanan, makanya jika penyerahannya sudah melewati Desember, maka anggaran untuk biaya perawatan baru bisa dianggarkan dalam PAK (perubahan anggaran keuangan (PAK) sekitar bulan September 2012,” ujarnya.
Untuk itu, politisi partai Demokrat Kota
Kediri ini meminta agar Pemkot Kediri segera meminta kejelasan tentang penyerahan bangunan yang berada di eks lahan kas Kelurahan Dandangan Kota Kediri itu. “Pemkot harusnya cepat tanggap dengan segera minta kejelasan kapan penyerahan dilakukan, karena akan berdampak pada bangunan. Jika tidak ada biaya perawatan, dikhawatirkan bangunan tersebut akan mudah rusak,” pintanya.
Meskipun saat ini sudah mulai dibangun kembali Rusunawa 3 Twinblok yang berada disebelah selatan Rusunawa yang lama, harusnya yang lama segera diserahkan dan bisa ditempati. “Kalau harus menunggu sampai selesai 6 twinblok, dikhawatirkan yang lama terlanjur rusak dan tida layak dipakai,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kediri Kasenan mengaku tidak mengetahui penyebab secara pasti lambannya penyerahan Rusunawa tahap pertama dari Pemerintah Pusat ke Pemkot Kediri. “Kami sendiri kurang tahu persis apa penyebabnya belum diserahkannya Rusunawa tersebut ke Pemkot Kediri, apakah menunggu sampai selesai enam twinblok, atau menunggu infrastrukturnya selesai,” ujarnya.
Namun demikian, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi dengan Pemeritah pusat, agar bangunan Rusunawa tahap pertama yang berjumlah 192 kamar tersebut segera diserahkan. “dalam waktu dekat, kita akan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempertanyakan permasalahan lambatnya penyerahan ini,” ujarnya.
Adapun untuk infrastruktur berupa instalasi listrik dan air yang merupakan kewajiban Pemkot Kediri, menurut Kasenan sudah dianggarkan sekitar Rp 2,4 miliyar. “Untuk infrastukturnya sudah kami anggarkan, tinggal menunggu proses pengerjaannya,” ujarnya.
Sementara itu, untuk rencana pengajuan anggaran tahun 2012 nanti, pihak PU berencana mengajukan anggaran sebesar Rp 5 miliar untuk kelengkapan Rusunawa. Seperti, jalan aspal menuju lokasi, taman, drainase. “Kalau disetujui, kami akan mengajukan anggaran sekitar Rp 5 miliar untuk kelengkapan bangunan Rusunawa,” punkasnya. (rif/em)