Oknum Walikelas SDN Tamanan Akhirnya Diskor Seminggu
Kediri (kedirijaya.com) — SDN Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri menjatuhkan sangsi skors selama satu minggu kepada salah seorang guru bernama Bambang Subekti. Pemberian sangsi tersebut, menyusul desakan mutasi dari wali murid, karena wali kelas IV B itu berperilaku buruk, merokok di kelas dan memukuli siswanya.
” Sekolah tidak bisa serta-merta memindah tugaskan (mutasi) guru. Oleh karena itu, kita koordinasikan dengan Dinas Pendidikan (Disdik). Untuk sementara waktu, yang bersangkutan kita skors selama satu minggu,” ujar Kepala SDN Tamanan Ghufron Rosiyadi.
Pihaknya membenarkan tudingan para wali murid bahwa Bambang Subekti telah merokok di sekolah, tetapi bukan di kelas dan tidak pada saat jam pelajaran. Sekolah juga sudah melakukan teguran. Sehingga, selama kurun waktu kurang lebih satu bulan terakhir, yang bersangkutan berhenti dari kebiasannya.
” Dulu memang pernah merokok. Tetapi, semenjak kita tegur, sudah tidak lagi. Saya bisa memastikannya. Karena hampir setiap hari saya selalu berkeliling untuk mengontrol ke kelas-kelas, dan yang bersangkutan sudah berhenti merokok. Kendati demikian, SD kita ini adalah sekolah percontohan kesehatan tingkat Nasional. Sehingga, sudah sepantasnya, guru bisa menjaga kesehatan dan menghilangkan kebiasan buruk yang bisa mengganggu kesehatan,” terangnya.
Sementara mengenai tuduhan sudah melakukan kekerasan seperti halnya memukul siswa dengan alat peraga membaca dari bambu dan menendang kaki siswanya, dengan tegas Ghufron membantahnya. Dia bisa memastikan jika anak buahnya tidak pernah berbuat kasar kepada siswa.
Terpisah, Bambang Subekti mengaku, semuanya yang dilakukan semata-mata bertujuan untuk mendidik. Ia merasa dipojokkan oleh para wali murid dengan aksi protes ke sekolah. Dia mensinyalir ada profokator yang sengaja menyusup untuk memperkeruh suasana. Sehingga, sejumlah wali murid bereaksi keras dan terkesan membesar-besaran.
” Semuanya bertujuan untuk mendidik. Tidak ada yang lain. Ini dibesar-besarkan. Padahal, jika semuanya melihat, tidak ada anak yang sampai cidera,” bantah Bambang. Dia juga tidak pernah merokok di kelas kemudian sengaja meniupkan ke wajah siswanya. Kalaupun dia merokok, itu dilakukan di luar jam mengajar, seperti saat istirahat.
” Saya merokok pada jam istirahat. Tidak benar jika saya lakukan di sekolah, kemudian asapnya saya hembuskan ke wajah anak. Kalau pas saya lewat, kemudian asap rokok saya mengenai wajah anak, tentunya bukan kesalahan saya. Oleh karena itu, saya bersiap apabila saya harus dimutasi,” katanya.
Mustakim, salah seorang wali murid kelas IVB mengaku, mulai hari ini, dia sudah tidak melihat Bambang mengajar. Dia dan para wali murid lainnya berharap Bambang segera di mutasi ke sekolah lain. Sebab, perilaku Bambang sudah tidak mencerminkan sebagai seorang guru. Bahkan, menurut dia pribadi, Bambang seharusnya diberhentikan dari posisi guru.
” Coba anda bayangkan, apa ada guru yang merokok di kelas, kemudian dihembuskan ke wajah siswanya. Kemudian menyuruh siswanya keluar beli minuman untuknya pada jam sekolah. Bahkan, ada yang dipukuli karena tidak mengerjakan PR. Jaman sudah modern, sudah tidak ada lagi model mengajar seperti itu. Anak bisa menjadi trauma. Parahnya, dia justru berlaga bodoh, seolah-olah tidak tahu apa-apa,” katanya. (nb)






Kediri (kedirijaya.com) – Acara lomba pendidikan anak usia dini (paud) dan kelurahan terbaik yang dihadiri oleh Walikota Kediri Samsul Ashar di Balai Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri digegerkan dengan kematian Subur Al Sugianto...» 

