Warung Bantaran Brantas Tolak Pengusuran, Audensi Harga Mati
Kediri (kedirijaya.com) – Puluhan pemilik kios di bantaran sungai brantas Kota Kediri menolak upaya penggusuran yang bakal dilakukan oleh Satpol PP 3 bulan mendatang. Pihaknya berharap pemerintah daerah memberi solusi sebelum adanya penutupan paksa.Paguyupan pedagang di bantaran sungai brantas juga bakal berbenah diri dalam hal pengelolaan sampah jika keberadaannya dianggap merusak sungai.
Andri Sarwo Edi Koordinator lapangan paguyupan pedagang di bantaran sungai brantas mengatakan, upaya penutupan tersebut harus ada komunikasi terlebih dahulu dengan para pedagang. Diakuinya, selama ini keberadaan kios di bantaran sungai brantas sangat menunjang perekonomian warga sekitar. Hal inilah yang seharusnya menjadi pertimbangan Pemerintah Kota Kediri bukan malah menggusurnya. Bila memang satpol bersikeras untuk merobohkan sejumlah PKL maka warung dermaga juga harus ikut dibongkar karena juga berada di sepadan sungai.
Sebelumnya, Satpol PP memberi dead line 3 bulan agar para PKL di sepanjang bantaran sungai brantas berpindah tempat. Jika tidak, Satpol PP akan merobohkan paksa kios semi permanen itu karena dianggap melanggar aturan dengan menempati bangunan di bibir sungai brantas.(ra/em)



Trenggalek (kedirijaya.com) – Sejak Jum’at malam (29/7/11), Pedagang Kaki Lima (PKL) Aloon-aloon Trenggalek, Jawa Timur, boyongan ke jalan seputar Pendopo Agung. Perpindahan itu ditandai dengan selamatan yang dihadiri Bupati Trenggalek, H. Mulyadi WR, para...» 
