Tim Khusus Selidiki Insiden Pelajar Keracunan SUSU Jenius
Kediri (kedirijaya.com) – Adanya insiden keracunan massal di SDN Gadungan 3 usai mengkonsumsi Susu merk Jenius bantuan Pemerintah Kabupaten Kediri. Pemerintah Kabupaten Kediri akan melakukan Evaluasi menyeluruh dan akan menerjunkan tim Khusus guna mencermati dugaan unsur adanya sabotase atas sejumlah pihak yang tidak bertanggung jawab yang dimungkinkan bermain dibelakang insiden itu.
Pemerintah Kabupaten Kediri akan menerjunkan tim khusus dari Kantor Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan guna dapat meneliti secara langsung dan menyeluruh baik lingkungan kemasayarakat diwilayan sekitar peristiwa.
Plt. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kabupaten Kediri Edhi Purwanto mengatakan, pihaknya tetapa akan melakukan evaluasi atas insiden itu dan pihaknya juga sedikit bertanda tanya besar atas peristiwa itu kenapa harus terulang lagi diwilayah Desa Gadungan Kecamatan Puncu yang sebelumnya juga sempat menimpa lebih dari 30 pelajar SDN Gadungan 4, Kecamatan Puncu.
“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh dengan menerjunkan tim dari Lingkungan Hidup maupun satuan kerja yang terkait seperti Dinas kesehatan guna mengetahui secara menyeluruh kondisi lingkungan sekitar diwilayah Desa gadungan maupun kondisi kadar susu yang saat itu dikonsumsi para pelajar,”ungkapnya melalui ponsel,Selasa (25/10/11).
Edhi menegaskan, sesuai hasil dari laboratorium dinas Kesehatan Kabupaten Kediri atas kondisi susu yang sempat dikonsumsi pelajar SDN gadungan 4 yang juga ada peristiwa serupa, diketahui bahwa tidak ada hal yang mencurigakan dari susu yang ada. Namun begitu pihak Kabupaten Kediri akan tetap melakukan evaluasi lagi kenapa peristiwa itu terjadi lagi diwilayah Gadungan, Kecamatan Puncu . Padahal untuk daerah lain diwilayah Kabupaten Kediri yang juga menerima program itu tidak terjadi apa-apa seperti yang saat ini ramai terjadi kembali.
Diberitakan Sebelumnya puluhan pelajar di SDN Gadungan 3 Kecamatan Puncu mendadak pusing, mual-mual, hingga muntah usai menenggak susu kemasan gelas 125 mililiter. Bahkan, satu pelajar hendak dirujuk ke rumah sakit.
Dia adalah Widya, siswi kelas 3. Saat ini, putri dari Winarti tersebut tengah menangis karena kesakitan diinfus. “Kalau seperti ini, lebih baik saya bawa ke rumah sakit. Bagaimana ini, kami dilarang karena harus menunggu dari puskesmas,” ujar Winarti, Selasa (25/10/11)
Jelasnya, Widya ikut minum susu merk Jenius yang dibagikan gurunya saat jam istirahat sekolah. Tidak hanya kelas 3, semua siswa mulai kelas 1 hingga 6 ikut mengkonsumsi susu yang sebelumnya meracuni 31 siswa SDN Gadungan 4, Puncu tersebut
Tiba di rumah, Widya mengaku mual. Ibunya khawatir, karena putrinya tidak bisa muntah. Akhirnya kembali ke sekolah.
Sesampainya di sekolah, suasana masih rame. Beberapa orang siswa tergolek lemah memperoleh perawatan dari pihak puskesmas.
Alimidin, paman dari Sutiyo, siswa kelas IV mengatakan, setibanya di rumah keponakannya terus muntah-muntah. Padahal, dia sudah memberi minuman air kelapa hijau.
Alianto, wali kelas 3 mengatakan, pembagian susu Jenius program UKS tersebut dilaksanakan pada saat pelajaran Bahasa Indonesia Para siswa minum susu di halaman, karena dikhawatirkan tumpah dan mengotori kelas.
Sekitar 15 menit kemudian, dua orang siswa muntah-muntah, kemudian disusul siswa lainnya. Pihak sekolah langsung mengambil tindakan dan memanggil pihak puskesmas
Pemberian susu gratis tersebut biasanya seminggu 2 kali. Yaitu, hari selasa dan Kamis. Pihak sekolah sudah melakukan pengecekan. Tanggal kadaluwarsanya pada 01/11/2011
Totalnya ada sekitar 30 siswa yang mengalami keracunan. Beberapa siswa, saat minum mengaku, rasa susunya pahit dan asam
Ahmad Khotib, selaku dokter Puskesmas Puncu mengaku, gejala yang dialami siswa mirip keracunan. Pihaknya memberikan obat sakit perut dan penetralisir.(nb/ef)




Kedirijaya.com – Materi antikorupsi mulai tahun depan bakal masuk kurikulum atau silabus mata pelajaran untuk semua siswa di sekolah, kata Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh di Sidoarjo, Ahad (3/10). Dia menyebutkan, materi antikorupsi bukan...»
Kediri (kedirijaya.com) – Paska dilantikannya Agus Wahyudi menjadi Sekertaris daerah Kota Kediri secara definitif, (19/8/11), otomatis jabatan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kediri lowong alias Kosong. Dalam waktu dekat, jabatan...» 


