Masih Ada Siswa SDN Masuk Siang
Kediri (kedirijaya.com) – Disaat semua teman-temannya sudah bias merasakan istirahat dirumah, namun berbeda dengan siswa kelas 2 SDN Banjaran III Kota Kediri, mereka ‘terpaksa’ belajar siang hari, karena harus bergiliran dengan siswa kelas 1.
Ika (35) salah satu wali murid mengaku, sebenarnya keberatan dengan masuk siangnya anaknya, karena dengan masuk siang, konsentrasi belajar sedikit terganggu, karena beberapa teman mereka sudah pulang dan istirahat. “Sebenarnya kasihan juga, anak saya masuk siang, tapi mau bagaimana lagi, sudah peraturannya seperti itu,” ujarnya saat ditemui sedang menjemput buah hatinya.
Dia hanya bisa berharap, agar pihak sekolah segera melakukan perbaikan ruang kelas yang rusak, agar tidak ada lagi siswa yang masuk siang. “Kalau bisa semua siswa SD disini ya masuk pagi, agar tidak menggangu pembelajaran yang lain,” ujarnya.
Sekadar diketahui, dari pantauan di SDN Banjaran III yang lokasinya satu lokasi dengan SDN Banjaran VI ini, kelas 2 mulai masuk pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00, saat proses belajar mengajar sedang berlangsung, banyak diantara mereka yang kurang konsentrasi, karena banyak teman mereka dari kelas lain yang masuk pagi sudah pulang dan bermain dihalaman sekolah yang terkadang bermain hingga masuk kedalam kelas 2 yang sedang proses pembelajaran.
Sementara itu, menurut keterangan Kepala Sekolah SDN Banjaran III Selistyowati hal itu dilakukan karena salah satu ruang kelasnya rusak dan belum dilakukan perbaikan. Makanya, mereka terpaksa bergantian kelas. “Salah satu ruang kelas kami rusak dan tidak bias dipergunakan, makanya digabung dengan kelas 1, sementara kelas 2 masuk siang,” jelasnya.
Menurut Selistyowati, sebenarnya ada salah satu ruang kelas yang kosong, namun karena bukan milik SDN Banjaran III, maka tidak berani untuk menempati. “Itu ada ruang kelas kosong, namun milik SDN Banjaran VI, kita tidak bisa menempatinya,” ujarnya.
Pihaknya mengaku, sudah lama mengajukan perbaikan tersebut, namun hingga kini belum juga ada realisasi. “Sudah lama kami mengajukan, namun belum juga terealisasi hingga sekarang,” ujarnya.
Anggota Komisi C DPRD Kota Kediri Nurhadi Sekti Mukti sangat menyayangkan masih adanya siswa SD yang masuk siang, karena dengan masuk siang, secara otomatis akan mengganggu pembelajaran. “Harusnya semua siswa masuk pagi semua, sangat ironi sekali ini, zaman sekarang masih ada sekolah SD yang memasukkan siang siswanya,” kritiknya.
Untuk itu, dia mengimbau agar Dinas Pendidikan ikut berperan aktif dalam menyelesaikan masalah ini, agar semua siswa bisa masuk pagi. “Kami berharap, dinas pendidikan segera mencari solusi untuk mengatasi masalah ini, dengan memberinya ruang baru atau melakukan perbaikan ruang yang rusak,” ujarnya.
Apalagi, lanjut Nurhadi, ada beberapa atap SDN Banjaran III yang terlihat rusak, jika tidak dilakukan perbaikan, dikhawatirkan akan membahayakan siswa dan juga menganggu konsentrasi belajar. “Banyak sekali plafon yang jebol, harus segara dilakukan perbaikan itu,” pintanya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Abdul Wahid Anshari berjanji akan mencarikan solusi terbaik, agar para siswa SDN Banjaran III ini nantinya bisa masuk pagi semua. Hanya saja, saat ini belum bisa menemukan solusi yang terbaik. “Sudah pasti akan kita fikirkan, apakah melakukan perbaikan kelas atau mencari alternative lain,” ujarnya.
Saat disinggung, target tahun depan semua siswa bisa masuk pagi semua, Wahid mengaku belum bisa memastikannya. “Kami akan berusaha tahun depan bisa masuk pagi semua, hanya saja saya tidak bisa berani,” pungkasnya. (rif)




Kediri (kedirijaya.com) – Hujan deras yang mengguyur kota kediri semalaman membuat sejumlah anak sungai meluap, akibatnya ratusan rumah di tiga desa dan akses jalan terendam air, tak hanya itu sejumlah warga juga sempat mengungsi...» 

