Tak lama lagi Kediri Jaya Online akan menampilkan berbagai informasi seperti: Informasi Hotel, Restoran, Layanan Umum, Artikel Pendidikan dan sebagainya. Jika anda memiliki kritik dan saran silahkan kirimkan ke (webmaster @ kedirijaya.com)

Tim Stroke,Tangani Staf Ahli Pemerintah Kota Kediri


Kediri (kedirijaya.com) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gambiran, Kota Kediri membentuk sebuah tim khusus (timsus). Tim ‘dadakan’ itu bernama tim stroke diterjunkan untuk menangani salah seorang pasien penting yakni, Edy Purnomo, salah seorang Staf Ahli Walikota Kediri Samsul Ashar yang tengah sakit.

Perlu diketahui, Edy Purnomo adalah saksi ‘mahkota’ dalam kasus skandal penerimaan 231 Pegawai Tidak Tetap (PTT) illegal di Dinas Pendidikan setempat pada tahun 2009. Polisi sudah memeriksanya. Dia dianggap sebagai seseorang yang paling bertanggung jawab. Pasalnya, keterangan Edy berkaitan dengan adanya keterlibatan sejumlah oknum DPRD dalam kasus itu.

Menurut keterangan Kepala RSUD Gambiran Sentot Imam Suprapto, timsus stroke yang baru saja dibentuknya terdiri dari beberapa orang dokter dintaranya adalah dokter syaraf. Timsus stroke sedang bekerja keras memulihkan kondisi kesehatan Edy Purnomo.

” Kondisi kesehatan pak Edy (Purnomo) masih seperti ketika masuk, dua hari lalu. Beliau menjalani perawatan secara intensif di ruang ICU (Intensive Care Unit),” ujar Sentot Imam Suprapto ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Sabtu (24/9/11).

Sentot menegaskan, pihaknya belum berfikir secara lebih jauh untuk melakukan perlakuan khusus terhadap sang pasien, meski begitu setiap orang yang hendak menjenguk  wajib dari keluarga sendiri.

“kami belum melakukan tindakan lain dengan mengkhususkan pasien untuk dilakukan penjagaan dan pengetatan bagi penjengukl pasien, namun begitu sejauh ini masih dari keluarganya,”terangnya.

Berdasarkan hasil diagnosa sementara, mantan Kepala Dinas Kesehatan setempat itu menegaskan jika Edy Purnomo terserang gejala stroke. Tensi darahnya tinggi dan tubuhnya lemah. Tim medis memasang oksigen pada hidungnya untuk membantu pernafasan Edy

Sementara itu, selama berada di ruang ICU rumah sakit milik Pemerintah Kota Kediri, Edy Purnomo ditunggui oleh anggota keluarganya. Polisi memang tidak melakukan penjagaan terhadapnya. Tetapi, keluarga sangat selektif terhadap tamu yang bermaksud  menjenguk

Kapolres Kediri Kota AKBP Mulya Hasudungan Ritonga mengaku, tidak perlu ada penjaga terhadap Edy Purnomo selama menjalani perawatan di rumah sakit.

Kapolres menegaskan sudah menetapkan satu orang sebagai tersangka dalam kasus itu. Tetapi, polisi tidak berterus terang. Kapolres hanya menyebut tersangka berinisial A, tanpa menyebut jabatan dan peran sertanya dalam kasus tersebut

Keterangan Kapolres terkesan membuat samar. Sebab, Kasat Reskrim AKP Didit Prihantoro sudah berjanji akan menaikkan status Edy dari saksi menjadi tersangka, seusai memeriksa delapan orang DPRD setempat.

Mereka, Ketua DPRD Wara Reni, dua wakilnya Sholahudin Fatkhurrohman, Nurdin Hassan, dan lima anggotanya, Adrian Sayugo, Muhaimin, Huda Salim, Ni Made S dan Sriana.  (nb/em)



» Featured

» Populer

Dewan Workshop, Mahasiswa Minta UN di Ha...

Dewan Workshop, Mahasiswa Minta UN di Hapus Kediri (Kedirijaya.com) – Menuntut UN (Ujian Nasional) di hapus, puluhan perwakilan mahasiswa Universitas Nusantara PGRI Kediri, mendatangi Kantor DPRD Kota Kediri. Dengan berjalan kaki, puluhan mahasiwa BEM Unversitas Nusantara PGRI, melakukan Longmarch dari kampus...» more..

Sopir MPU Pare – Wates Demo Kedata...

dokumen demo Kediri (kedirijaya.com) – Puluhan sopir Mobil Penumpang Umum (MPU) jurusan Pare-Wates, Kabupaten Kediri menuntut pembatasan jumlah armada bus patas Rukun Jaya jurusan Blitar-Surabaya. Pasalnya, keberadaan mereka (bus patas, red) semakin membunuh penghasilan MPU. “Sesuai...» more..

» Populer

Kritik SBY

Kritik SBY Kediri (kedirijaya.com) – Bertepatan dengan dua tahun kepemimpinan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono(SBY-Boediono, lebih dari 20 orang aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kediri menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor...» more..

Wawali: Warga Dandangan “Terlambat...

Wawali: Warga Dandangan “Terlambat” Kediri (kedirijaya.com) – Wawali Abdullah Abu Bakar menilai warga Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota Kediri “terlambat” bila saat ini harus “ngotot” minta dipekerjakan di proyek rusunawa yang dibangun oleh Pemerintah Pusat tersebut. Wakil Walikota Kediri...» more..