Kediri (kedirijaya.com) – Sejumlah warga yang berasal dari Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri terlibat bentrok dengan petugas keamanan dalam aksi unjuk rasa mendesak pendirian Universitas Brawijaya Cabang Kediri. Salah satu demontrans sempat terjatuh di depan pintu masuk Kantor DPRD setempat, Senin (19/9/11)
Bentrokan bermula saat sejumlah perwakilan demonstran hendak merangsek ke kantor dewan dan dihadang oleh sejumlah aparat keamanan baik satpam, polisi maupun Satpol PP. Penghadangan tersebut dilakukan, menyusul para demonstran menginginkan ditemui langsung oleh Ketua DPRD Kota Kediri Wara Reny Pramana
Namun ternyata ketua dewan tidak tampak batang hidungnya, dalam gedung dewan. Sehingga bentrok fisik antara perwakilan pengunjuk rasa dan satpam tidak bisa dihindari. Bahkan salah satu perwakilan demonstran sempat jatuh, akibat didorong oleh aparat keamanan
Bentrokan ini lantas bisa diredam oleh pihak keamanan, dan meminta perwakilan dialog dengan pimpinan dewan di kantor Komisi C. Zaenuri juru Bicara demonstran mengatakan, kedatangan para warga mrican ini mendesak kepada dewan agar segera menuntaskan program pembangunan Universitas Brawijaya di Kediri
Ia menilai dewan memperlambat kinerja pembangunan Universitas Brawijaya karena pansus yang dibentuk, belum jelas, hanya menyetujui saja tanpa ada langkah lanjutan
Untuk diketahui, aksi unjukrasa ini berpangkal dari keresahan masyarakat Mrican atas penentuan lokasi pendirian Universitas Brawijaya. Sebelumnya MOU antara pihak Universtas Brawijaya tertulis lokasi berada di kelurahan Mrican, namun hingga sekarang, lokasi pengalihan aset belum jela. (ra/nb)