Inflasi Kota Kediri 0,73 Persen, Tertinggi Kota Surabaya
Kediri (kedirijaya.com) – Pada bulan Agustus tahun 2011 di Kota Kediri terjadi inflasi 0,73 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 126,66. Dari tujuh kota di Jawa Timur yang dihitung sebagai penimbang IHK-Inflasi Nasional, semuanya mengalami inflasi, tertinggi terjadi di Surabaya 1,08 persen, sedangkan terendah di Jember 0,69 persen.
Dari tujuh kelompok pengeluaran, satu kelompok mengalami deflasi yaitu Bahan Makanan sebesar 0,51 persen dan enam lainnya mengalami inflasi; Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 1,77 persen, Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 0,27 persen, Sandang 3,54 persen, Kesehatan 0,80 persen, Pendidikan, Rekreasi & Olahraga 2,31 persen dan Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan 0,46 persen.
Inflasi sebesar 0,73 persen pada Agustus 2011 menyebabkan terjadinya inflasi periode tahun kalender (Januari-Agustus tahun 2011) mencapai 2,02 persen dan inflasi periode ”year on year” 4,61 persen.
Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Agustus 2011 secara umum menunjukan adanya kenaikan harga. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kota Kediri dengan menggunakan penghitungan tahun dasar, tahun 2007 (2007 = 100), pada bulan Agustus 2011 terjadi inflasi 0,73 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 125,74 pada bulan Juli 2011 menjadi 126,66 pada bulan Agustus 2011.
Inflasi bulan Agustus 2011 lebih rendah dibandingan dengan dua bulan sebelumnya, dimana inflasi bulan Juli mencapai 0,91 persen dan 0,81 persen pada Juni. Pada Juni dan Juli semua kelompok pengeluaran mengalami inflasi, sedangkan pada Agustus terdapat satu kelompok yang mengalami deflasi sebesar 0,51 persen yaitu Bahan Makanan berkenaan dengan penurunan harga beberapa komoditas seperti; Bawang Merah, Telur Ayam Ras, Terong Panjang, Jeruk, Pisang, Tomat Sayur, Tongkol Pindang, Susu Untuk Balita dan Telur Ayam Kampung.
Dari tujuh kelompok pengeluaran, satu kelompok mengalami deflasi yaitu Bahan Makanan dan enam lainnya mengalami inflasi; Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 1,77 persen, Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 0,27 persen, Sandang 3,54 persen, Kesehatan 0,80 persen, Pendidikan, Rekreasi & Olahraga 2,31 persen dan Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan 0,46 persen.
Kelompok pengeluaran Sandang mengalami inflasi tertinggi (3,54 persen) sebagai akibat adanya kenaikan harga komoditas Emas Perhiasan sebesar 11,9641 persen dengan andil inflasi sebesar 0,1471 persen.
Komoditas-komoditas lain yang mengalami kenaikan harga yang menyebabkan terjadinya inflasi pada Agustus 2011 adalah Daging Ayam Ras, Kelapa, Cabe Merah, Mie Goreng, Nasi Campur, Rokok Kretek Filter, Tarif Kereta Api kelas Bisnis dan Eksekutif, Tarif Sekolah Tingkat SD, SMP dan SMA.
Inflasi sebesar 0,73 persen pada Agustus 2011 menyebabkan terjadinya inflasi periode tahun kalender (Januari-Agustus tahun 2011) mencapai 2,02 persen dan inflasi periode ”year on year” 4,61 persen.
Terbentuknya inflasi 0,73 persen disumbang oleh kelompok Bahan Makanan sebesar -0,1269 persen, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 0,3137 persen, kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 0,0614 persen, kelompok Sandang 0,1807 persen, kelompok Kesehatan 0,0378 persen, kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olahraga 0,1780 persen dan kelompok Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan 0,0804 persen.(bps Kota Kediri/em)



Kedirijaya.com – Pelawak dan pembawa acara Ade Namnung (34) telah tiada. Ia meninggal dunia pada Selasa (31/1/12) ini pukul 11.45 WIB. Ade mengembuskan napas terakhirnya di ICU Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Cibubur, Jakarta...»
Makassar (kedirijaya.com) – Ketua Umum PSM Makassar yang juga Walikota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin, akan melaporkan balik adik kandung Nurdin Halid, Rahman Halid, terkait pelaporan polisi yang dilakukan Rahman pada jumat lalu, (25/2/11), di...» 

