Anggaran PTT Dialihkan Untuk Workshop Guru
Kediri (kedirijaya.com) – Pos anggaran honor bagi pegawai tidak tetap (PTT) yang telah dialokasikan dalam APBD Kota Kediri tahun ini akan di alihkan fungsikan ke pemberdayaan guru.
Pertimbangan Pengalihan tersebut karena penganggaran sebelumnya telah menyalahi aturan mengingat PTT direkrut dengan cara non prosedural. Praktis sebanyak 200 lebih PTT tidak mendapat gaji selama dua tahun semenjak pengangkatan pada 2009 lalu.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Wahid Ansyori menuturkan, nantinya anggaran honor itu akan dialihkan ke program peningkatan kualitas pendidik. Tehnis pengunaan anggarannya dikemas dengan program diklat maupun workshop bagi para guru.
“ya nanti untuk workshop atau diklat,’ungkapnya,Rabu (7/9/11)
Hal senada diungkapkan Walikota Kediri Samsul Ashar, menurutnya pengganggaran honor PTT ilegal pada APBD tahun ini memang tidak ada karena terbentur aturan.
Sementara itu kalangan Dewan sebelumnya menginginkan untuk merumahkan ratusan tenaga PTT tersebut. Langkah itu dianggap terbaik mengingat status mereka tidak diakui dan bekerja tanpa mendapat gaji.(ra/em)




Trenggalek (kedirijaya.com) – Kabupaten Trenggalek di gegerkan dengan penemuan kerangka manusia dalam kondisi berantakan oleh kayu. Tepatnya di Hutan Desa Ngepeh, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek. Menurut keterangan Kasubbag Binamitra Polwil Kediri Kompol Sutrisno, korban...»
kedirijaya.com-Setelah ditunggu-tunggu, akhirnya tablet Lenovo IdeaPad K1 resmi diluncurkan. Tablet dengan berat hanya 0,75 kg ini terbilang cukup revolusioner dan diklaim memiliiki beberapa keunggulan dibanding perangkat tablet pesaingnya. IdeaPad K1 mengusung sistem operasi Android...»
Kediri(kedirijaya.com) – Minimnya pendapatan yang dihasilkan dari lima unit kendaraan wales milik Dinas pekerjaan Umum (PU) yang berakibat 2 mesin mangkrak. Komisi C DPRD Kota Kediri menolak jika kendaraan berat tersebut dilakukan penghapusan alias...»
Kediri (kedirijaya.com) – Keluarga besar Ponpes Lirboyo Kota Kediri membuka pintu yang selebar-lebarnya untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP). KH Idris Marzuki, selaku pengasuh ponpes yang memiliki santri lebih dari 10 ribu itu berharap PPP...» 
