Tak lama lagi Kediri Jaya Online akan menampilkan berbagai informasi seperti: Informasi Hotel, Restoran, Layanan Umum, Artikel Pendidikan dan sebagainya. Jika anda memiliki kritik dan saran silahkan kirimkan ke (webmaster @ kedirijaya.com)

Diskriminasi Kesehatan, Balita Ditolak Imunisasi


Kediri (kedirijaya.com) – Amanat undang-undang kesehatan 39 tahun 2009 nampaknya belum dapat melindungi masyarakat di Kabupaten Kediri. Sebab, dalam praktiknya masih saja terjadi sikap diskriminatif bagi masyarakat umum.

Contohnya, PR, seorang balita berjenis kelamin perempuan, yang baru berusia 4 bulan gagal mendapatkan imunisasi hanya karena orang tuanya mengidap penyakit HIV/AIDS. Akhirnya ia memperoleh vasin untuk kekebalan tubuhnya secara sembunyi-sembunyi dari salah satu rumah sakit swasta.

WY (42), ayah PR mengadukan, penolakan imunisasi oleh Puskesmas Pagu kepada Lembaga Swadya Masyarakat Dukungan Bagi Masyarakat Sekitar (LSM DIMAR). Akhirnya persoalan itu dilaporkan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

“Kebetulan, kami adalah pendampingan dari ayahnya. Dia mengadukan persoalan penolakan anaknya ketika imunisasi di Puskesmas Pagu itu melalui pesan singkat SMS (Short Message Servis). Kemudian kami langsung melaporkan kepada Dinkes,” ujar Ebiyantoro, Ketua LSM DIMAR,  Kamis (11/8/11).

Dinkes langsung bertindak. Akhirnya, Puskesmas Pagu mempersilakan orang tua PR membawa kembali anaknya untuk imunisasi. Namun, karena mereka terlanjur malu, akhirnya PR dibawa ke salah satu rumah sakit secara sembunyi-sembunyi.

“Kami menyadari jika orang tua PR malu. Sebab, ketika mereka mengantre untuk imunisasi. Ternyata ditolak dengan suatu alasan. Padahal, saat itu banyak sekali warga. Akhirnya mereka malu, dan tidak bersedia kembali ke Puskesmas Pagu,” terang Ebiyantoro.

Ebiyantoro menyesalkan sikap Puskesmas Pagu yang tidak profesional dalam melayani masyarakat. Hal itu menunjukkan bahwa terjadi diskriminasi terhadap pelayaan kesehatan.

PR lahir secara cesar dari rahim KS (27) di Rumah Sakit Umum (RSUD) Dr Soetomo, Surabaya, sekitar bulan April lalu. Salah satu dari orang tuanya sudah divonis Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

WY, ayah PR bekerja di salah satu perusahaan yang ada di wilayah Sidoarjo. Sedangkan ibunya, adalah ibu rumah tangga biasa. Mereka belum lama menikah dan baru dikaruniai seorang anak.

Berdasarkan informasi, KS sebelumnya adalah seorang janda. Sementara WY ada jejaka. Mereka tinggal di sebuah rumah yang ada di Kecamatan Pagu.

PR sempat menjalani perawatan selama dua bulan paska lahir. Pada masa itu, dia sempat memperoleh imunisasi. PR dalam keadaan sehat. Tetapi balita malang itu harus terdiskriminasi karena riwayat orang tuanya.

Terkait persoalan itu, belum ada tanggapan dari Dinkes setempat. Kadinkes Adi Laksono sudah berupaya dikonfirmasi melalui telepon selulernya (ponselnya), tetapi gagal. (bj/nb/mj)



» Featured

» Populer

Idhul Adha: Penjual Kambing Dadakan R...

penjual kambing dadakan Kediri (kedirijaya.com) – Momen menjelang hari raya Idul Adha sering dimanfaatkan oleh pedagang hewan kurban untuk memasarkan kambing maupun domba di sepanjang trotoar jalan protokol Kota Kediri. Tak sedikit dari mereka membuka stand alias...» more..

Suara Pemerhati Bola Untuk Kekalahan Mem...

Suara Pemerhati Bola Untuk Kekalahan Memalukan Persik Suara Pemerhati Bola Untuk Kekalahan Memalukan Persik Jiepunk Kediri “ada apa denganmu persik? lupakan kekalahan ayo bangkit sperti masa lalu”. PersikmaniaGARIS KERAS kediri “HANCUR AND TAMATLAH PERSIK…DITANGAN MANAGER BARU YANG NGAKU2 ASLI WONG KEDIRI,TAPI...» more..

» Populer

Konsultasi Online: Hallo Pak Hukum

Konsultasi Online: Hallo Pak Hukum Konsultasi Online: Hallow pak hukum» more..

Ratusan Warga Galang Tanda Tangan Kecam ...

Ratusan Warga Galang Tanda Tangan Kecam Kades Cabul Kediri (Kedirijaya.com) – Beberapa perwakilan warga Desa Gedangsewu Kecamatan Pare sejak jumat pagi (14/05/10) mendatangi Mapolres Kediri untuk mengetahui perkembangan kasus asusila yang diduga dilakukan olah Eko Chusaini Kepala Desa Gedangsewu. Melalui Kordinatornya Nur...» more..