Info Ramadhan: “Meriam” Tradisi Bangunkan Sahur
Nganjuk (kedirijaya.com) – Anak-anak di Kabupaten Nganjuk memiliki cara yang unik dalam membangunkan warga untuk makan sahur. Mereka menggunakan alat musik tradisional dan “meriam bambu”
Sebelum menggelar ronda, para anak-anak dari Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk itu mempersiapkan beberapa alat musik. Mulai dari, kentongan, drum bekas dan juga meriam bambu, sejenis alat ledak berasal dari bahan bambu dan campuran air dan karbit.
Setelah peralatan cukup, mereka beramai-ramai berkeliling kampung. Lagu-lagu sahur, umumnya jenis lagu campursari dinyanyikan dengan iringan alat musik tradisional. Warga pun terbangu dan keluar rumah untuk sekedar melihatnya.
Sesekali mereka menyalakan “meriam bambu” sebagai pengiring irama musik. Dentuman dari “meriam bambu” tidak jarak membuat warga terkejut.
” Suaranya keras sekali.Mirip bom. Saya keluar rumah. Ternyata anak-anak yang tengah ronda membunyikan meriam bambu,” ujar Karni (42), salah seorang warga.
Kekagetan tersebut tidak membuat warga marah. Mereka justru mengaku suara tersebut memebantu mereka untuk bangun dan makan sahur.
” Membangunkan orang sahur dengan cara membunyikan meriam bambu dan alat musik tradisional, merupakan tradisi rutin yang digelar setiap bulan ramadhan,” timpal Jono (37), warga lain.
Rencananya ronda sahur yang dilakukan anak-anak tersebut akan terus dilakukan setiap menjelang sahur selama bulan suci ramadhan. (nb)



Kediri (kedirijaya.com) - Warga Kelurahan/ Kecamatan Mojoroto Gg.7 Kota Kediri, Senin pagi (29/3/10), digegerkan dengan penemuan sesosok mayat bocah laki-laki yang berumur sekitar (10), dengan tinggi sekitar 147 cm, rambut pendek lurus serta kulit...»
Kediri (kedirijaya.com) – Mengantisipasi dan menekan penularan penyakit (Infeksi Menular Seks), sekitar 50 waria mendapat pengetahuan khusus tentang pemakaian kontrasepsi (kondom) di cafe Hotel Lotus, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Kediri. Program ini dilakukan...» 

