Tangkal Serangan Tikus Dengan Istighosah, Sentra Padi Jadi Sentra Jagung
Kediri (kedirijaya.com) – Sedikitnya 75 Hektar lahan yang biasa ditanami padi di empat Desa/Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri seperti gambyok, setonorejo berubah fungsi menjadi lahan tanaman jagung.
Kondisi itu menyusul karena banyaknya serangan hama wereng dan tikus disaat ditanami padi tidak dapat menghasilkan sama sekali alias gagal panen. Petani merasa sudah mencoba untuk menanami padi dilahan persawahannya, namun 2 hingga 3 kali tetap saja gagal panen.
Menurut Judhi (55) petani setempat mengungkapkan, petani diwilayahnya sudah sangat resah dengan kondisi tanaman padinya yang sering gagal panen hingga kemudian mengantinya dengan tanaman jagung.
“Saat ditanami padi hama wereng terus menyerang ditambah lagi tikus yang setiap satu malam bisa menghabiskan rata-rata 150 ru hingga hasil padinya tidak dapat dinikmati,”terangnya.
Judhi menambahkan, warga atau petani diwilayahnya hingga kekurangan akal dengan serangan hama tersebut.seperti hama tikus misalnya para petani melakukan perburuan (gropyokan) pernah mendapatkan setengah hingga 2 kwintal tikus.
Petugas Penyuluh Lapangan dari Dinas Pertanian Kabupaten Kediri juga sempat memberikan obat yang biasa disebut petani dengan BOOM alias obat yang langsung dimasukkan kelubang rumah tikus dalam upaya membunuhnya.
Namun kondisi itu tidak serta merta dapat mengatasi penyebaran hama tikus hingga para warga atau petani diwilayahnya melakukan kegiatan keagamaan atau istighosah guna berharap kepada Allah hama tikus atau pagebluk dilahan persawahan tidak terus berlangsung.
“warga yang mengikuti istighosah banyak sekitar seratusan lebih dan itupun dilakukan tidak satu kali namun hingga 2 atau 3 kali berturut-turut,”tandasnya,Kamis (4/8/11).
Upaya itu akhirnya sedikit membuat warga atau petani lega karena serangan hama tersebut berkurang yang kemudian berinisiatif menganti tanaman padinya dengan Jagung.Meski sempat ada serangan hama tikus namun tanaman jagung cenderung relatif tahan dan rata-rata petani mayoritas menanamnya. (yd/mk)


Kediri (kedirijaya.com) - Pupus sudah harapan Ponco Andy, 31, untuk melangsungkan pernikahannya pada waktu dekat ini. Pasalnya, warga lingkungan Kelurahan Balowerti, Kecamatan/Kota Kediri ini harus berurusan dengan pihak berwajib karena kasus penyalahgunaan narkoba. Informasi...» 

