Dicabuli Dukun, Pelajar SMP Opname
Kediri (kedirijaya.com) – An (14), siswa kelas 2 SMP di wilayah Kabupaten Kediri menjadi korban pencabulan seorang dukun. Selain disodomi, (maaf) kemaluan korban diemut hingga tak sadarkan diri. Sehingga dia harus menjalani opname selama lima hari di rumah sakit
Pelaku bernama Imam Muslim (28). Dia sudah ditangkap petugas Unit Reskrim Polsek Pagu. Selanjutnya, pelaku akan dilimpahkan ke Unit Pengaduan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri.
Kapolsek Pagu AKP Suharjito mengungkapkan, pelaku diamankan dari rumahnya, di Desa Semanding, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari rumah pelaku. Petugas juga sudah membawa korban untuk dilakukan visum et repertum.
” Karena perbuatan cabul ini dilakukan terhadap anak dibawah umum, kami akan segera melimpahkan kasus ini ke Unit PPA Polres Kediri,” kata AKP Suharjito, Sabtu (16/7/11)
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata mantan KBO Polres Kediri itu, pelaku sudah tiga kali selama sebulan melakukan cabul terhadap korban. Terakhir kalinya dilakukan pada hari Selasa di rumah pelaku.
Awalnya, korban pulang sekolah. Kemudian pelaku menghampirinya. Pelaku yang mengaku sebagai dukun itu mengiming-imingi uang Rp 5 ribu dan akan memberikan ilmu kekebalan.
Karena terbujuk, korban mengikuti pelaku. Kemudian, dia mendatangi rumah pelaku. Di tempat itu, korban dicabuli oleh pelaku. Tiba-tiba korban tidak sadarkan diri. Korban baru tersadar saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Kediri
Korban merasakan kesakitan pada (maaf) kemaluannya. Dia menjalani opname selama lima hari di rumah sakit milik Polri itu.
” Pelaku mengaku mengidap penyakit homoseksual sejak bertahun-tahun lalu. Kami masih mengembangkan kasus ini, karena tidak menutup kemungkinan ada korban lainnya,” pungkasnya. (nb)



Kediri (kedirijaya.com) - Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Kediri Kota terus melakukan penyelidikan atas kasus perekrutan PTT dilingkungan Dinas Pendidikan Kota Kediri yang diduga melibatkan sejumlah anggota Dewan KOta Kediri. Sejauh ini polres...» 
