Harga Beras Naik, Petani Tetap “Ngaplo”
Kediri (kedirijaya.com) – Lonjakan harga beras di pasaran ternyata tidak bisa dirasakan sejumlah petani khususnya di Kediri. Kondisi disebabkan karena perubahan harga terjadi usai panen raya.
Para petani sebenarnya berharap untuk kembali panen padi bulan depan, namun karena kondisi cuaca yang tidak menentu dan serangan hama wereng yang kian meluas maka harapan itu pupus sudah. Saat ini saja di Daerah Ngampel Mojoroto Kota Kediri, sebagian kecil petani dalam se hektar seharusnya panen 7 ton merosot menjadi 1 ½ ton saja sehingga praktis produktivitas pertanian pada panen mendatang diprediksi bakal turun drastis.
Aripin salah satu petani asal desa Ngampel mengatakan, para petani justru rugi disaat ada kenaikan harga beras.
Saat ini stok beras yang dijual telah habis bahkan para petani kini juga membeli beras di pasar untuk mencukup makan sehari-hari. Selain itu , hama wereng dan tikus terus merusak sejumlah tanaman padi sehingga sebagian dari petani terpaksa berganti tanaman.
Sekedar diketahui harga beras dipasaran setiap hari terus melambung tinggi. Semula beras IR 64 bertengger di harga Ro.6000, dan terus naik menjadi Rp.7600,_ perkilogramnya, sementara untuk beras Bramo yang semula Rp.6500,- melonjak menjadi Rp.8000,-(ra)



Kediri (kedirijaya.com) – Anggota Komisi C DPRD Kota Kediri Ni Made S terlambat mengikuti pertemuan dengan Dinas Pendidikan, SD Negeri Banjaran III, Dewan Pendidikan, dan puluhan wali murid SD setempat. Alasannya, politisi dari PDI...»
Kediri (kedirijaya.com) – Final cabang oleh raga panjang tebing untuk kelas boulder putri emas berhasil direbut oleh Kabupaten Lamongan. Kemenangan itu usai mengalahkan 3 tim dari Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kota Probolinggo. Secara...»
» 
