“Alap-alap”, Bawa Kabur Sepeda Motor Guru
Kediri (kedirijaya.com) – Alap-alap Pencuri sepeda Motor berkeliaran diwilayah hukum Polres kediri Kota. Seorang guru harus kehilangan sepeda motornya saat diparkir dirumah.
Peristiwa itu menimpa Badik Susanto (40) seorang guru warga kelurahan Tosaren Kecamatan Pesantren Kota Kediri harus kehilangan sepda motor GL AG 4556 BF usai diparkir di halaman rumahnya.
Peristiwa itu berawal, seperti biasa ia memarkirkan sepda motor di halaman rumahnya.
Tak lupa ia juga mengunci stang sepeda motornya untuk keamanan.
Namun saat sepeda motor tersebut hendak dimasukkan ke dalam rumah ternyata sudah tidak ada.
Badik sempat mencari di sekitar rumah namun hasilnya nihil. Karena menjadi korban pencurian ia segera melapor ke Polisi.
Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Surono membenarkan adanya laporan tersebut.
“kami telah memanggil saksi-saksi untuk melengkapi berkas pemeriksaan,”ungkapnya,Minggu (10/7/11)
Surono menegaskan, kasus ini telah ditangani satuan reskrim dan mulai dilakukan penyelidikan.Pihaknya berharap masyarakat lebih berhati-hati dalam mengawasi sepeda motornya.
Dari data kejahatan tahun seblumnya kondisi menjelang puasa maupun lebaran cenderung ada trend peningkatan. Akibat pencurian sepeda motor tersebut korban menderita kerugian Rp.12 Juta. (ra)




Kedirijaya.com – Mini, smart, and stylish! Sepertinya itulah kata-kata yang cocok untuk mendeskripsikan sosok smartphone Android terbaru besutan Sony Ericsson ini. Namun apakah ‘tempelan’ kata-kata tersebut akan sama dengan suguhan performanya? Desain Desainnya terlihat...»
Nganjuk (kedirijaya.com) – Hujan yang tidak terbendung membuat rumah Poniem (27), warga Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk rusak akibat diterjang material tanah longsor. Kendati tidak menyebabkan korban jiwa, namun dua orang mengalami luka-luka...»
Kediri (kedirijaya.com) – Akhirnya Walikota Kediri dr.Samsul Ashar kunjungi rumah Lasiyem (55) janda yang sebelumnya terpaksa tinggal dibarak penampungan. Sebelumnya wanita yang sudah 10 tahun menjanda itu tidak lagi bisa menempati rumahnya, di Jalan...» 
