Ngaku Sakti, Tukang Servis Elektronik Tipu Caleg
Kediri (kedirijaya.com) – Mengaku sebagai orang sakti yang mampu menarik harta karun berupa perhiasan emas dari alam gaib. Supriyanto (35), tukang servis alat-alat elektonik asal Kediri.
Banyak orang yang percaya kesaktian Supriyanto termasuk, Dibto Sanyoto (41), calon anggota legislatif (Caleg) gagal dari Partai Damai Sejahtera (PDS) asal Desa Sidorejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri serta tetangganya Sapto (45), seorang pengusaha.
Ternyata, emas yang dijanjikan Supriyanto adalah palsu. Semua perhiasan tersebut tidak lebih dari sekedar mainan anak-anak dari bahan kuningan yang diperoleh dari pusat perbelanjaan Darmo Trade Center (DTC) Jagir Wonokromo, Surabaya.
Setelah kedok terbongkar, Supriyanto pun langsung dilaporkan ke Polsek Papar. Dia ditangkap petugas dari rumahnya, di Desa Maduretno, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri
Ternyata, dari hasil pemeriksaan, Supriyanto sudah lama beraksi yaitu, sejak enam bulan lalu. Dari kegiatan menipu Dibto dan Sapto, dia berhasil mengeruk uang tunai mencapai Rp 240 juta. Bisa dibayangkan, setiap kali “pengambilan” perhiasan emas palsu, pelaku meminta uang antara Rp 30-40 juta
Kapolsek Papar AKP Imam Suroso mengatakan, polisi berhasil menyita tiba buah kalung dari bahan kuningan, tiba gelang, dan sebuah cambuk (cemethi) dan sebuah bulatan menyerupai mata gadha.
” Kami menjerat tersangka dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan. Tersangka kita ancam dengan hukuman penjara selama tujuh tahun,” terang AKP Imam Suroso, Kamis (7/7/11)
Saat dikonfirmasi, tersangka Supriyanto mengaku, harga sebuah kalung dari kuningan itu Rp 60 ribu, sedangkan gelang, cambuk, dan mata gadha masing-masing Rp 20 ribu. Dia mengaku, hanya mendapat uang sekitar Rp 13 juta dari kedua korban. Masing-masing Dibto Rp 9 juta dan Sapto Rp 4 juta
” Saya tidak pernah mengaku sebagai orang sakti. Saya juga tidak menyebut barang-barang tersebut emas. Tetapi mereka sendiri (korban, red) yang mempercayainya. Mereka juga percaya bahwa saya mampu merubah benda-benda tersebut menjadi emas,” kilah tersangka.
Tersangka Supriyanto mengaku, kenal baik dengan Dibto. Dia sempat menjadi tangan kanannya ketika Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) tahun 2009 lalu. Dia dimintai tolong Dibto terpilih. Tetapi kenyataanya, korban gagal mencaji anggota legislatif.
” Uang pemberian pak Dibto saya pakai untuk akomodasi dan transportasi ketika proses penggalangan massa. Meskipun, sebagian lainnya saya gunakan untuk kebutuhan keluarga, tetapi jumlahnya sangat kecil,” kelitnya
Sementara perkenalan tersangka dengan Sapto bermula dari hubungan baik saat sama-sama membantu Dibto. “Kami saling tahu satu sama lainnya, karena sama-sama belajar ilmu kebathinan. Akhirnya pak Sapto tertarik untuk merubah benda-benda yang saya beli dari Surabaya itu menjadi perhiasan emas. Padahal, saya sendiri yakin tidak bisa,” imbuhnya. (nb)



Kediri (kedirijaya.com) – Belum juga diserahkannya Rumah susun sistem sewa (Rusunawa) dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) ke Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri membuat bangunan yang menghabiskan Rp 22 milyar tersebut tak dianggarkan untuk biaya perawatan...»
Kediri (kedirijaya.com) – Berubahnya model bisnis Dhoho Plasa II yang sebelumnya auto mobil menjadi Dhoho Square untuk bisnis retail, tampaknya juga diamini kalangan wakil rakyat. Pasalnya dengan pertimbangan, pengembang, yakni PT Surya Dhoho Putra...»
Kediri (kedirijaya.com) – Adanya indikasi tidak menjalankan prosedur pembangunan mega proyek Jembatan Brawijaya dengan tidak adanya persetujuan dari DPRD, membuat aktivis Mahassiswa Indonesia Justice Society (IJS) meminta klarifikasi ke Wali Kota Kediri Samsul Ashar....» 


