Bocah Kemasan Akhirnya Mati
Kediri (kedirijaya.com) - Edo Tri Anggara (8), bocah yang sempat dikabarkan menderita “gizi buruk” asal Kelurahan Kemasan, Kecamatan Kota Kediri akhirnya meninggal dunia. Putra ketiga Sutopo (40), penjual martabak itu meninggal setelah menjalani perawatan selama dua hari di RS Bhayangkara, Kota Kediri.
Humas RS Bhayangkara Kota Kediri Emy Pujiharti mengatakan, berdasarkanhasil diagnosa, Edo mengalami tumor cranial alias tumor otak. Sedangkan penyakit gizi buruknya adalah skunder.
” Sesuai keterangan dokter spesialis anak Arsi, pihak rumah sakitsudah menyarankan agar keluarga membawa pasien ke rumah sakit yang adadi Surabaya. Sebab, peralatan CT-Scan, yang ada disini kurangmemadai,” kata Emy Pujiharti, Kamis (30/6/11)
Dijelaskan oleh Emy, sebenarnya Edo ditengarai mengidap radang otaksejak Desember lalu. Diketahui dari gejalanya muntah-muntah apabila diberikan asupan makanan. Saat itu, Edo, sempat menjalani pengobatan di RSUD Gambiran Kota Kediri.
Edo muntah-muntah karena ditengarai ada benjolan di cranium yangmenekan otaknya. Karena selalu muntah, orang tuanya hanya memberikanair gula kepada Edo. Karena kurang asupan gizi tersebut, sehinggamenyebabkan berat badan Edo merosot.
Dari semula 23 kilogram menjadi 13 kilogram. Bersamaan dengan itu,penglihatan Edo semakin berkurang. Dia juga kesulitan duduk danberbicara. Sampai akhirnya, orang tuanya membawa ke RS BhayangkaraKota Kediri.
Ardian (29), tetangga Edo mengatakan, keluarga memakamkan jenazahnyake TPU Desa Bogo, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. “Dimakamkan diTPU, dekat rumah kakeknya,” kata Dian. (nb)




Trenggalek (kedirijaya.com) – Tidak hanya personil Polri dan TNI, tetapi tim SAR juga akan disiagakan dalam pengamanan pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Trenggalek 2 Juni 2010 besok. Mereka diperbantukan dalam upaya mengantisipasi...»
Kediri (kedirijaya.com) – Selama ini, olah raga bola voly masih dipandang sebelah mata oleh kalangan masyarakat, mereka hanya menyukai olah raga sepak bola. Oleh karena itu, kedepan agar bol voly menjadi pilihan alternatif kedua...» 

