Kantor Lingkungan Hidup Lakukan Sidak Ke Institut Ilmu Kesehatan (IIK)
Kediri (kedirijaya.com) - Kantor Lingkungan Hidup Kota Kediri (sebelumnya tertulis Dinas Lingkungan Hidup, red) melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bhakti Wiyata Kediri Jalan Wachid Hasyim, Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Inspeksi dilakukan untuk memeriksa kualitas limbah cair dari sekolah kesehatan yang berada di depan RSUD Gambiran Kediri itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, masyarakat sekitar kampus IIK dan sejumlah perusahaan pembuatan tahu mengeluhkan limbah sisa praktikum dan hasil produksi yang dialirkan ke Sungai Brantas. Masyarakat sudah mengadukan persoalan itu ke DPRD setempat agar segera ditindak lanjuti.
Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Kediri Dadiek SKM mengatakan, inspeksi dilakukan bersama Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Kota Kediri, selaku organisasi masyarakat (Ormas) yang sudah mengirimkan surat ke Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri mengenai keluhan masyarakat di sekitar kampus IIK dan sejumlah perusahaan pembuatan tahu.
” Kita sudah mengambil sample air buangan yang dialirkan ke sungai belakang kampus. Selain itu, sample air di bak penampungan sisa praktikum dari ruang laboratorium kimia yang akan dialirkan ke treatmen. Sample air itu akan kita ujikan ke laboratorium,” kata Dadiek, di lokasi, Selasa (7/6/11)
Terpisah, Pembantu Rektor III IIK Bhakti Wiyata Kediri, Sri Rahayu mengatakan, pihaknya tidak mengalirkan limbah sisa praktikum ke sungai. Semua zat sisa praktikum dari laboratium dialirkan ke treatmen atau Instalansi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang baru selesai di kerjakan oleh konsultannya dari CV Alam Lestari.
” Kami sendiri juga bingung, jika masyarakat mengeluhkan limbah yang dialirkan ke Sungai Brantas. Sebab, seluruh limbah sisa praktik kita resapkan, setelah melalui proses pengolahan,” kata Sri Rahayu.
IIK, imbuh Sri Rahayu, hanya mengalirkan air hujan dari beberapa instalansi ke sungai, itupun dalam volume yang relatif sangat sedikit. Petugas Kantor Lingkungan Hidup sempat mengecek tingkat kesamannya (PH) nya hanya sekitar 5,6.
Kendati demikian, Sri Rahayu mengakui, jika IIK memang belum melakukan pengolahan limbah sisa praktikum. Sebab, IPAL yang dimilikinya masih baru yakni, satu tahunan, sehingga air limbah yang ada masih sedikit.
Selain masih baru, bak resapannya juga dalam keadaan tertutup rapat cor setebal 11 centimeter. Sehingga, Kantor Lingkungan Hidup tidak dapat melakukan pengecekan secara detail konstruksi (bentuk bak serapan) itu. ” Seharusnya diberi bak controling. Sehingga, mudah untuk pengecekan sewaktu-waktu. Kalau tertutup seperti ini, pengecekannya tentu sulit,” kata Dadiek.
Sementara Ketua Repdem Kota Kediri Fendi Kristanto menyayangkan, keluhan masyarakat atas limbah IIK Bhakti Wiyata dan perusahaan tahu. Seharusnya, IIK dapat menunjukkan rasa kepeduliannya terhadap masyarakat sekitar dengan pemberian Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan. (nb/mj)




Kedirijaya.com – Big match antara Manchester United melawan Chelsea di Stadion Old Trafford, sementara kedudukan 3-0 untuk Manchester United di babak pertama, Minggu (18/9/11) malam. Dalam laga adu gengsi itu, MU berhasil memanfaatkan peluang...»
Kediri (kedirijaya.com) – Tim sepakbola Persik Kediri bertekad bangkit dari dua kekalahan beruntun saat tandang ke markas PSIS Semarang dan Persis Solo. Anak asuh Djoko Malis Mustofa optimis mampu mengamankan poin penuh pada laga...» 

