MasyaAllah…Balita 19 Bulan Cuma 5,3kg
Kediri (kedirijaya.com) – Tampaknya program kesehatan gratis yang dicanangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri belum sepenuhnya berjalan maksimal. Hal tersebut diketahui, dengan kembali ditemukannya balita yang menderita kekurangan gizi di Kelurahan Campurejo Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, setelah beberapa waktu yang lalu juga ditemukan kasus yang sama di wilayah Kecamatan Mojoroto. Bocah malang tersebut. Yakni, Mochammad Rois Fauzan bocah, laki-laki diusianya yang menginjak 19 bulan, berat badannya hanya 5,3 kilogram. Padahal, untuk anak usia itu, berat badan ideal mencapai 11,8 kilogram. Bahkan, hingga kini, putra pertama pasangan Agus Prajoko (30) dan Luluk Muzayyanah (25) itu, juga belum bisa duduk, hanya bisa berbaring dan hanya digendong.
“Seharusnya untuk usia segitu, sudah bisa berjalan, tapi anak saya itu, untuk duduk saja belum bisa,” kata Agus ditemui dirumahnya, Selasa (31/5/11).
Menurutnya, beberapa kali, keluar masuk dokter tidak mendapatkan solusi yang pasti, para dokter hanya menyarankan agar sang Ibu makan yang banyak, agar ASI yang keluar juga penuh gizi. Bahkan, saat bulan November 2010 yang lalu, M. Rois sempat menjalani pemeriksaan di Rumah sakit (RS) Bhayangkara Kota Kediri dan diminta untuk dirujuk ke Rumah sakit dr. Sutomo Surabaya.
“Setelah dilakukan USG, anak saya katanya menderita kelainan jantung,” ujar Agus. Selain itu, Agus juga terus berusaha mencari jalan alternative, salah satunya meminta konsultasi ke beberapa dokter, namun tetap nihil.
“Satu-satunya jalan hanya ke dokter Sutomo Surabaya,” ujarnya.
Namun demikian, saat itu, Agus masih ragu-ragu untuk memeriksakan buah hatinya itu ke Surabaya , selain biaya transport, untuk anak yang mempunyai kelainan seperti itu membutuhkan biaya yang cukup besar.
“Biayanya kalau kesana, kita yang tidak mampu,” kata pria yang kesehariannnya menjadi guru kontrak di SDN 1 Balowerti ini.
Sambil mengumpulkan biaya, Agus juga mencoba ke beberapa pengobatan alternative, namun karena kini, kondisi anaknya yang kembali drop, maka diharuskan untuk menjalani perawatan ke rumah sakit.
“Hari ini saya minta rujukan untuk diperiksakan ke RSUD Gambiran saja, siapa tahu disana bisa mengobati,” ujarnya.
Setelah minta rujukan ke Puskesmas Kelurahan Campurejo, Agus tidak bisa langsung mmemeriksakan M. Rois ke RSUD Gambiran, karena masih mengurus Jaminan Kesehatan daerah (Jamkesda).
“Besuk Jamkesda-nya sudah jadi, langsung saya bawa ke RSUD Gambiran,” katanya.
Kelainan M. Rois, menurut Agus sebenmarnya sudah bisa dilihat saat lahir pada 1 November 2009, saat itu, M. Rois lahir dengan berat badan 2,3 kilogram. Namun, menurutnya beberapa kasus yang dijumpai, jika menderita kelainan jantung itu, berat badannnya tidak sekecil M. Rois.
“Apa mungkin tidak mau makan itu ya, hanya ASI saja,” tanya Agus. Untuk itu, dia hanya bisa berharap, ada orang yang bisa membantu meringankan beban dalam menjalani perawatan anaknya, agar bisa hidup normal, layaknya anak seusianya.(ak/mj)



Jakarta (kedirijaya.com) – Anas Urbaningrum melaporkan M Nazaruddin atas dugaan pencemaran nama baik ke Mabes Polri. Namun Anas diperiksa di Polres Blitar. Hal ini, disebut pakar hukum, Adnan Buyung Nasution sebagai hal yang memalukan...» 

