Walahhh…5 Tahun Jabatan Sekertaris Desa Lowong
Kediri (kedirijaya.com) – 5 tahun ini jabatan Sekretaris Desa (Sekdes) di Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri kosong.
Sejak pensiunnya Sukar sebagai sekdes lama , sampai saat ini belum ada pengganti. Sebagai alternatif tugas pelayaan adiminstrasi dibebankan kepada Kepala Urusan Pemerintahan.
Disisi lain pihak Pemerintah Kabupaten Kediri yang notabene mengangkat semua sekdes menjadi pegawai negeri belum juga mengisi kekosongan jabatan tersebut. Kondisi itu mengakibatkan warga kesulitan dalam mengurus surat menyurat, mengingat tugas pelayanan yang ditangani kaur pemerintahan dan Sekretaris Desa sering tumpang tindih.
Sugito Ketua RT 2 RW 6 desa setempat mengatakan, sejumlah masyarakat mengeluh kondisi seperti ini, karena pengurusan surat cukup lama. Sebagian warga telah mengirimkan surat ke desa agar segera mengangkat Sekretaris Desa baru. Namun pihak Desa beralasan masih menunggu pengangkatan dari Pemerintah Daerah.
“warga sebagian telah mengirim surat ke Pihak Desa, namun sejauh ini belum ada tindak lanjut dengan alasan belum ada pengangkatan dari Pemerintah Daerah, “ungkapnya kesejumlah wartawan ,Senin (9/5/11).
Sementara itu , Ketua Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan Iskak Maulana menyatakan, hal ini sangat ironi, di tengah kegiatan Pemerintah Daerah mengangkat sejumlah Sekertaris Desa menjadi PNS, namun disisi lain ada struktur Pemerintahan Desa tanpa Sekertaris Desa.
“sesuai prosedur, pengajuan penempatan sekdes dilakukan oleh desa ke pemerintah daerah. Dan berharap pemerintah daerah segera merespon kondisi ini,”tandasnya.(ra/mj)



Kediri (kedirijaya.com) – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Kediri akhirnya hanya mengirimkan 114 tenaga honorer daerah (Honda), tidak jadi 156 seperti yang diberitakan sebelumnya. Pasalnya setelah dilakukan revisi, 42 diantaranya tidak memenuhi persyaratan. Kepala...»
Kediri (kedirijaya.com) – Puluhan pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah terjaring dalam razia yang digelar Petugas Satpol PP Kota Kediri di warung lesehan (warles) Bantaran Sungai Brantas. Namun, mereka hanya diberikan pembinaan tanpa sanksi....» 
