Dewan Pertanyakan Dana KONI Kediri Rp 900 Juta
Kediri (kedirijaya.com) - Keberadaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kediri belum jelas, selain juga menjadi ganjalan tersendiri bagi perkembangan atlet.Kondisi itu juga menjadi raport tersendiri saat menghadapi persiapan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) 2011,
Seperti yang dikeluhkan IR, salah seorang Pengurus Cabang Olahraga (Cabor) asal Kecamatan Pare. Ia mengatakan bahwa, dana pembinaan untuk para atlet tidak didistribusikan dengan baik oleh pengurus KONI yang selama ini ada.
” Empat orang atlet saya memperoleh medali emas untuk kelas Nasional beberapa waktu lalu. Seharusnya, ini menjadi kebanggan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Kediri, karena namanya sudah dibawa. Tetapi kenyataan, kami hanya diberi uang saku Rp 50 ribu per atlet,” kata IR, Kamis (7/4/11)
Padahal, kita tahu bahwa total dana pembinaan untuk atlet Kabupaten Kediri yang digelontorkan ke pos anggaran KONI sebesar Rp 900 juta. Anggaran tersebut disalurkan ke klub sepakbola Persedikab Kediri sekitar Rp 500 juta, dan sisanya untuk cabang olahraga lainnya.
IR sangat menyangkan, sikap pengurus KONI yang tidak pernah transparan dalam mengelola anggaran. “Anggaran hanya dapat diberikan melalui even olahraga, itupun nilainya relatif kecil. Mereka (KONI, red) selalu memberikan dana dalam waktu yang mepet dengan pelaksanaan kegiatan,” imbuhnya.
Disinggung mengenai persiapan Porprov Jatim sendiri, IR menambahkan, KONI juga tidak memberikan rangsangan kepada para atlet seperti yang dilakukan oleh KONI di daerah lain misalnya, Kabupaten Mojokerto dan Surabaya. Dimana, para atlet dijanjikan hadiah tertentu jika mereka berhasil memboyong piala.
” Rangsangan seperti itu perlu untuk memacu semangat mereka. Jika kita melihat di daerah-daerah lain, terus terang kita iri. Di Kabupaten Kediri ini, banyak sekali atlet yang berprestasi. Tetapi, dukungan dari pemerintah daerah masih sangat kurang,” keluh IR
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kediri Koesjanto mengatakan, sudah menerima aduan dari IR. Pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Komisi D agar segera melakukan dengan pendapat dengan KONI dan SKPD terkait lainnya.
” Nanti di dalam dengar pendapat, kita minta KONI dan SKPD yang terkait membeberkan penggunaan dana itu. Karena masyarakat harus tahu. Jangan sampai, dana yang nilainya cukup besar itu tidak dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya,” kata Koesjanto, yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kediri itu.
Sementara Sekretaris KONI Kabupaten Kediri Kuntadi mengaku, jika dana yang ada, sudah didistribusikan untuk pembinaan atlet sebagaimana mestinya. Penyaluran dana untuk tahun ini memang sedikit terkurangi, karena untuk persiapan Porprov Jatim 2011 yang akan segera digelar di Kota Kediri pada Juli mendatang.
Kutadi mengatakan, KONI Kabupaten Kediri tidak menerima anggaran dari Provinsi Jatim seperti halnya Kota Kediri, karena ditunjuk sebagai tuan rumah. Bahkan, rencananya para atlet dari Kabupaten Kediri juga “terpaksa” menginap di rumah masing-masing, sebab alasan keterbatasan tempat menginap di hotel. (nb/mj)



Kediri (kedirijaya.com) – Satuan Reskrim Polres Kediri telah melakukan pemeriksaan terhadap 6 saksi yang didalamnya melibatkan unsur RSUD Pelem Pare Kabupaten Kediri, terkait dugaan adanya praktik jual beli limbah medis di RSUD Pelem Pare....» 

