Penderita HIV/AIDS Mati
Kediri (kedirijaya.com) – Seorang perempuan penderita HIV/AIDS (ODHA) dengan usia sekitar 30 tahun asal Sragen Jawa Tengah meninggal dunia usai melahirkan anaknya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gambiran Kota Kediri. Kini jenazah oleh petugas RSUD Gambiran langsung dikirim ke tempat tinggalnya di Sragen.
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kediri Heri Nurdianto menuding, jika salah satu penderita ODHA meninggal usai melahirkan di RSUD Gambiran. karena upaya dokter yang menangani kurang maksimal. “Pagi tadi seorang penderita ODHA meninggal di RSUD Gambiran, karena perawatan dari pihak rumah sakit yang kurang maksimal,” ujarnya.
Menanggapi tudingan tersebut, RSUD Gambiran dr. Sentot Imam Suprapto langsung membantahnya, pihaknya mengaku telah melakukan perawatam dengan upaya maksimal, tapi Tuhan berkehendak lain. Dia mengatakan, perempuan tersebut meninggal pagi tadi setelah sebelumnya dirawat usai melahirkan seminggu yang lalu. “Meninggalnya pagi tadi sekitar jam 02.00 WIB,” kata dr. Sentot Imam Suprapto saat dihubungi melalui ponselnya, Sabtu (26/3).
Korban meninggal, dijelaskan Sentot, usai melahirkan sekitar satu minggu yang lalu dengan normal, korban terus mengalami pendarahan, dan akhirnya meninggal dunia. “Sesuai prosedur kami sudah berusaha menolong, tapi karena kemungkinan virusnya sudah menyebar, akhirnya nayawanya tidak bias diselamatkan,” jelasnya.
Saat melahirkan, sebenarnya pihak dokter RSUD Gambiran mau melakukan operasi cesar, namun dikarenakan kesehatan yang tidak memungkinkan, akhirnya proses persalinan dilakukan dengan normal. “Sebenarnya akan kita operasi, tapi karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, akhirnya persalinan dilakukan dengan normal,” pungkasnya. (ar/nb)



Kediri (kedirijaya.com) – Rencanan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri membangun jembatan Ngronggo untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di dalam Kota, menurut kalangan DPRD setempat bukanlah alternative, bahkan hanya akan membebani anggaran pendapatan belanja daerah (APBD)....»
Kediri (kedirijaya.com) - Bencana banjir yang melanda lingkungan betik kelurahan Ngampel Kecamatan Mojoroto Kota Kediri tersebut kini membawa dampak serius terhadap sedikitnya 250 pelajar. Mereka tidak bisa belajar karena semua buku pelajaran nya dalam...» 

