Warga Kediri Tolak Home Stay Glory

Kediri (kedirijaya.com) – Masyarakat Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri memprotes sebuah penginapan Home Stay Glory yang terletak di Gang III, nomor 48. Mereka membawa persoalan itu hingga ke Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri.

“Kami tidak mungkin menolak usaha warga. Awalnya tempat tersebut sebagai kos-kosan, karena di Kelurahan Tinalan ini memang sebagai transit baik itu lembaga pendidikan maupun perusahaan. Asumsi saya untuk kos mahasiswa dan karyawan. Tetapi setelah usaha tersebut berjalan dua minggu ditengarai tempat tersebut menyimpang dari aturan yang pernah disepakti bersama,” kata Kepala Kelurahan Tinalan M Ansori, ditemui usai pertemuan bersama di Kantor Pelayanan Pajak Terpadu  (KPPT) Kota Kediri, Rabu (23/3/11)kemarin.

Pada pertemuan tersebut dihadiri oleh petugas KPPT Kota Kediri Kapolsek Pesantren Kompol Sunardi, Ketua RW 5 Buchori, tokoh masyarakat, petugas Satpol PP Kota Kediri dan pihak homestay yang diwakili oleh supervisor Lumintu.

Masyarakat, imbuh Kepala Kelurahan M Ansori mendesak agar segala kegiatan di Homestay Glory milik PT Glory Citra Makmur di Kelurahan Tinalan dihentikan. “Pada tanggal 16 Maret warga berkumpul menulis lapiran keberatan ditujukan saya. Intinya, menyuruh agar menghentikan sementara kegiatan di homestay dan disepakati dalam pertemuan tersebut,” tandas Ansori

Ketua RW 5 Buchori meminta agar Homestay Glory tidak hanya dihentikan sementara, tetapi harus ditutup. Warga tidak setuju karena keberadaanya dinilai tidak sesuai dengan norma kesusilaan, dan menggantu ketentraman warga.

“Ijin gangguan (HO) nya juga belum ada. Awalnya, mereka hanya ijin kos-kosan, tetapi akhirnya menjadi penginapan. Bahkan, warga melihat ada penginap yang masuk jam satu, kemudian keluar jam empat,” kata Buchori.

Terpisah Kasubbag TU KPPT Kota Kediri Nurcholis menyatakan, berdasarkan hasil pertemuan tersebut, pihaknya akan menghentikan sementara kegiatan di Homestay Glory. Namun, karena yang datang dalam pertemuan itu hanya perwakilan, maka KPPT akan meminta pemiliknya datang untuk diberikan penjelasan.

“Memang belum memiliki ijin gangguan. Ijin gangguan itu terkait dengan masyarakat sekitar. Maka tidak boleh beroperasional dulu. Kalau dianalogkan, PT Glory ini sudah memiliki SIM (Surat Ijin Mengemudi) dan sudah punya sepeda motor. Tetapi STNK nya belum ada. Jadi boleh dinaiki, tetapi kalau untuk berjalan itu kena,” tandas Nurcholis.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Homestya Glory memiliki empat kamar. Penginapan ini baru beroperasional sekitar tiga minggu. Memiliki empat orang karyawati. Menurut Supervisor Lumintu, penginap yang datang kebanyakan adalah para sales asal Kediri.

Sementara pemilih Homestay Glory Roy Samuel saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya (ponselnya), mengaku, telah difitnah baik oleh masyarakat setempat maupun Kepala Kelurahan M Ansori. Suami dari Makdalena Lusiana itu membantah apabila, telah terjadi hal-hal negatif atau asusila di pengipannya.

“Kami telah difitnah. Mereka menuduh tanpa bukti apapun,” kata Roy Samuel. Samuel menambahkan, pihaknya sudah memiliki surat ijin usaha baik, SIUP maupun TDP. Namun, untuk ijin gangguan HO, memang belum dikantonginya.

“Usaha saya kan tidak memerluka ijin HO. Karena tidak memiliki dampak terhadap lingkungan. Apalagi, salah seorang karyawan KPPT sempat saya tanya mengenai ijin HO, dan dijawab tidak perlu,” urai Roy Samuel.

Meski KPPT maupun pihak kelurahan menyatakan menghentikan sementara, namun Roy Samuel akan tetap bertahan. Terlebih, sampai saat ini dia belum menerima surat penghentian itu dari KPPT. “Jika saya sudah diberikan surat  pemberhentian secara tertulis, maka surat itu akan saya gunakan untuk menempuh jalur (Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Masalah ini akan diurusi oleh kuasa hukum saya,” terang Roy Samuel.(nb/mj)

Berita menarik lain:

Cemburu Wanita Kenalannya ‘DiGaet’ Pria Lain,Kakek Tusuk Keduanya

Kediri (kedirijaya.com)–Aksi penganiayaan berat yang diduga bermotifkan asmara mengakibatkan pasangan kekasih yang sudah berumur paruh baya menjadi korban penusukkan Ngadiyo (80) warga Pandean Gg KA / Cendrawasih Rt.09 Rw.01...

Bintang Laut Bisa Jadi Obat Asma

Kedirijaya.com – Penyakit asma selama ini diketahui belum ada obat yang bisa menyembuhkannya, begitu pula dengan radang sendi atau arthritis. Tapi studi terbaru dari ilmuwan kelautan menunjukkan bahwa bintang...

Bangun Pagi, Gaji Kebersihan DTRKP Kota Kediri Malah Dipotong

Kediri (kedirijaya.com) – Gaji ratusan pegawai kebersihan Dinas Tata Ruang Kebersihan dan Pertamanan (DTRKP) Kota Kediri bulan ini dipotong sebesar Rp 50 ribu tanpa alasan jelas. Mereka tidak pernah...

Perum PTPN Tepus Dibobol Maling, Puluhan Juta Amblas

Kediri (kedirijaya.com) – Kawanan maling menyatroni rumah milik Minoroko Hadi (57) warga Perum PTPN, Dusun Tepus Desa Sukorejo. Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. Seisi rumah berupa, laptop merk compaq, satu...
.

Ads