BOS Tersendat, Anggaran Try Out Di Kediri Belum Cair
Kediri (kedirijaya.com) - Anggaran try Out dalam menghadapi Ujian Nasional dari Semua Tingkatan diwilayah Kabupaten Kediri ditengarai masih “ngendon” alias belum cair hingga membuat sejumlah sekolah tingkat SD hingga SMA di Kabupaten Kediri melakukan upaya menarik iuran kepara siswa untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Dan beberapa sekolah juga menalangi kondisi itu karena upaya penutupan anggaran dari Dana BOS untuk siswa hingga kini belum cair.
” Ketika kami melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah, SMPN 2 Pare mengeluhkan belum cairnya uang pengganti biaya try out,” kata Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Kediri Dina Kurniawati, Senin (21/3/11)
Komisi yang membidangi masalah Pendidikan dan Kesejahteraan Masyarakat tersebut, imbuh Politisi dari PKS, akan segera mempertanyakan persoalan itu ke Dinas Pendidikan (Disdik) setempat. Pasalnya, dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
Dina mencontohkan, seperti yang terjadi di SMPN 2 Pare, sekolah terpaksa menalangi dana try out. “Jika satu siswa SMP memerlukan biaya Rp 10 ribu, tinggal mengalikan 20 lebih anak, nilai sudah Rp 200 ribu. Sementara dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) juga tersendat,” terang Dina.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala dinas pendidikan Kab Kediri Joko Pitoyo membantah kabar tersebut. Ia menegaskan bahwa dana try out sudah cair dan sudah disalurkan ke sekolah. Joko juga membantah jika molornya pencairan dana tersebut dapat mengganggu pelaksanaan UN
“Misalnya untuk SD,kita akan lakukan try out tanggal 24- 26 dengan peserta 22.153 siswa. Dananya sudah kita cairkan masing-masing Rp 3 ribu per siswa dan Rp 1.500 untuk koreksi,” kata Joko
Berdasarkan informasi, kegiatan try out bersama untuk tingkat SD dan MI semestinya dilaksanakan hari ini. Tetapi karena Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri menggelar try out untuk MI, maka try out bersama baru digelar pada tanggal 24 Maret mendatang. (nb/mj)


Kediri (kedirijaya.com) – Keberadaan perusahaan daerah (PD) Pasar di Kota Kediri tampaknya belum menunjukkan pengelolaan pasar secara professional. Bahkan predikat pasar tradisional yang kumuh masih melekat dan sama halnya saat dikelola pada satuan kerja...» 

