Pemkot Pertahankan STAIN Kediri
Kediri (kedirijaya.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri berupaya mempertahankan keberadaan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri tetap berada di Kota Kediri dan tidak ‘hijrah’ ke wilayah Kabupaten Kediri. Alasannya, STAIN merupakan satu dari dua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) kebanggaan Kota Tahu.
Walikota Kediri Samsul Ashar menyatakan, pihaknya sangat mendukung pengembangan kampus STAIN. Untuk itu, proses ruislag (tukar guling) lahan dengan Pemkot Kediri sedang diusahakan.
“Perlu digaris bawahi bahwa saya sangat mendukung pengembangan STAIN. Seperti di Malang itu, perguruan tinggi sangat berkembang dengan baik. STAIN ini sangat kami banggakan, selain nantinya akan berdiri Universitas Brawijaya Kediri,” ungkap Walikota Kediri Samsul Ashar, Rabu (23/2/11)kemarin.
Pernyataan orang nomor satu di Kota Kediri itu sekaligus menepis kabar bahwa proses ruislag, antara pihak STAIN dengan Pemkot Kediri atas lahan Lapangan Ngronggo, Kecamatan Kota Kediri menemui persoalan. “Siapa yang bilang ruislagnya gagal. Sekarang ini masih dalam proses,” ungkap Samsul Ashar.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, STAIN Kota Kediri berniat hijrah ke Kabupaten Kediri. Sebab, lahan dimana berdirinya STAIN sudah tidak memungkinkan lagi. Tidak tanggung-tanggung, STAIN juga berniat memboyong MTsN dan MAN yang selama ini menjadi satu kesatuan.
Ketua STAIN Kediri Subakir ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat permohonan tukar guling lahan dengan Pemkot Kediri sejak satu tahun lalu, tetapi hingga kini belum ada kejelasan. Pihaknya ingin kepastian dari Pemkot Kediri.
Subakir mengaku, sebelumnya juga sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri mengenai pengembangan kampus tersebut. Namun, ia tetap berharap dapat mempertahankan berdirinya kampus di wilayah Kota Kediri.(nb/mj)


Kediri (kedirijaya.com) – Polres Kediri Kota kecolongan. Wilayah hukumnya kembali diobok-obok maling. Aksi kejahatan dengan modus memecah kaca mobil, kemudian menggasak barang-barang berharga korbannya semakin merajalela Kali ini menimpa Sudarwanto (40) warga Blabak Pesantren...» 
