Bocah Amputasi Surati Bupati
Kediri (kedirijaya.com) – Keinginannya untuk segera sembuh dan kembali bersekolah membuat Diana Efrinda (7), nekat mengirimi surat Bupati Kediri Haryanti.
Bocah yang masih duduk di bangku kelas satu Sekolah Dasar (SD) itu kebingungan mencari kesembuhan karena kondisi ekonomi kedua orang tuanya yang pas-pasan.
Jari kiri Diana nyaris diamputasi, sementara perutnya terluka menganga. Saat ini Diana hanya mampu tergolek lemah di atas tempat tidurnya. Penderitaan bocah malang itu terjadi akibat tersengat listrik di rumahnya sebulan lalu.
Sebenarnya, Diana sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya. Tetapi karena dana yang dimiliki Misdianto sudah habis, Diana akhirnya dibawa pulang ke rumahnya, di Dusun Templek, Desa Darungan, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.
“Di RSUD Dr Soetomo orang tuanya sudah mengeluarkan dana sebesar Rp 10 juta. Uang itu dari hasil meminjam juragannya. Akhirnya orang tuanya terpaksa membawa pulang Diana karena RSUD Dr Soetomo menyarankan agar merawat Diana di Kediri dengan cara mengurus Jamkesda,” kata Koordinator Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Jawa Timur Arif Witanto meniru ucapan Misdianto,
Sepulang dari RSUD Dr Soetomo, Misdianto membawa Diana ke RSUD Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Misdianto berharap anaknya mendapat perawatan medis yang layak dan segera mendapat kesembuhan, sementara dia berusaha mengurus Kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).
Ironisnya, Misidanto gagal mendapatkan ‘kartu sakti’ tersebut, setelah Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Kesehatan setempat menolaknya. Padahal, saat itu rumah sakit milik Pemkab Kediri itu menyatakan bahwa, keluarga harus menyediakan biaya pengobatan untuk Diana sebesar Rp 20 juta.
“Alasan penolakan itu karena rumah Misdianto sudah berkeramik. Padahal, sehari-hari pak Misdianto hanya bekerja sebagai kuli angkut di sebuah toko bangunan dengan penghasilan Rp 20 ribu per hari. Seharusnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri tidak memandang hal itu, dan lebih melihat fakta yang sebenarnya,” ketus Arif Witanto
Jamkesda adalah program yang dicanangkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) sebagai program Layanan kesehatan masyarakat yang mudah diakses dan dapat membantu meringankan biaya berobat masyarakat miskin.
Misdianto hanya bisa pasrah menerima kenyataan itu. Dengan berat hati, ia membawa anaknya pulang dalam keadaan masih sakit. Misdianto memberikan obat dari rumah sakit yang masih ada. Ia kebingungan mencari kesembuhan anaknya. Bahkan, Misdianto berniat menggadaikan sertifikat tanah untuk biaya berobat anaknya.
Sementara kondisi psikologis Diana sendiri saat ini semakin tertekan. Layaknya anak kecil, Diana ini segera sembuh dan dapat beraktifitas sebagaimana mestinya. Ia ingin cepat pergi ke sekolah dan berlajar serta bermain bersama temannya. Akhirnya Diana memberanikan diri mengirimkan surat permintaan pertolongan kepada Bupati Kediri. Demikian surat Diana.
Kepada Yth.
Bupati Kepala Daerah Kediri Ibu Hj.Hariyanti Sutrisno….,
Assalamu’Alaikum Wr.Wb.
Dengan hormat sebelumnya mohon maaf sebesarnya, saya Diana Efrinda Umur 7 th. Kelas 1 SD. Saya sakit kena listrik di tangan dan perut memerlukan biaya Rp 20.500.000,- di RSUD Pare dan ayah saya tidak mampu membayar dan hanya meninggalkan KTP untuk jaminan. Ayah saya mencari Jamkesda ditolak oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri karena alasan rumah kami sudah berlantai keramik. Saya ingin cepat sembuh dan bersekolah lagi mohon dibantu untuk biaya di RSUD Pare. (bjt/nb)


Jakarta(kedirijaya.com) – Teknologi pencitraan digital semakin canggih serta hadir dengan fitur-fitur menarik dan memudahkan bagi pengguna. Berbagai momen berharga menjadi sangat menyenangkan dan berkesan bila diabadikan dengan kamera digital berkualitas tinggi dengan balutan desain...»
Kediri (kedirijaya.com) – Tes gelombang II rekruitmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kota Kediri diperkirakan akan dilaksanakan pada awal Desember. Ketentuan tersebut didasarkan karena terlebih dahulu akan menyeleksi administrasi 4600 pelamar. “Kalau dihitung-hitung, untuk...» 


