Puluhan Kios Pasar Setono Betek Jadi Hunian
Kediri (kedirijaya.com) – Deretan puluhan kios di Pasar Setono Betek Kota Kediri berubah menjadi hunian puluhan kepala keluarga (KK) dari berbagai daerah. Kios yang diketahui untuk berjualan, lantaran tidak laku tersebut membuat para pedagang memanfaatkan untuk tempat singgah. Bahkan ada yang sudah menempati kios itu selama 20 tahun lebih.
Warinem (40) salah satu ibu rumah tangga yang menempati kios dengan ukuran 2×3 meter itu mengaku jika sudah sejak tahun 1990 yang lalu. “Kalau saya sudah lama menempati kios ini untuk tempat tinggal,” ungkap wanita asal daerah Saradan Kabupaten Madiun ini.
Awalnya diceritakan Warinem, menempati kios tersebut dulunya bersama dengan suami dan kedua anaknya, namun sekarang dia hanya tinggal bersama suami, sementara anaknya sudah pindah dan juga menempati kios yang berada disebelahnya. “Kalau anak saya yang satunya sudah pindah, tidak lagi sama kami,” katanya sambil menunjuk kios yang ditempati anak dan cucunya itu.
Dia mengaku menempati kios yang seharusnya untuk perdagangan itu, lantaran kios tidak ditempati, untuk berjualan juga tidak laku, karena diwilayah itu sangat sepi dan jarang dilewati para pembeli. “Daripada kosong, kami manfaatkan untuk tempat tingal saja,” ujarnya.
Namun demikian, dia mengaku tidsak gratis untuk bisa menempati kios itu, dia diwajibkan membayar retribusi Rp 500 per hari. “Kami setiap hari ya tetap membayar retribusi,” ungkapnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Takim (61) warga Kelurahan Kampung Dalem Kota Kediri yang berprofesi sebagai pemulung sampah ini. Pria yang baru empat bulan menempati kios milik Pasar tersebut mengaku karena memang kosong daripada tidak ditempati, maka dia gunakan untuk tempat singgah. “Daripada nganggur, ya saya buat untuk tempat tinggal,” akunya.
Berdasarkan pengamatan wartawan dilokasi, kios yang sedianya untuk berjualan tersebut berubah menjadi tempat tinggal, setiap kios dengan ukuran 2×3 meter itu terdapat tempat tidur serta kelengkapan alat memasak, termasuk kompor. Untuk masalah mencuci piring, mereka lakukan didepan kios.
Terpisah, Pejabat Sementara (Pjs) Perusahaan Daerah (PD) Pasar M. Yasin mengaku jika pihaknya kesulitan untuk menangani masalh ini, karena mereka sudah puluhan tahun menempati tempat itu dan jumlahnya sangat banyak. “Dalam catatan kami ada sekitar 20an lebih kios yang ditempati seperti ini,” katanya saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Setono Betek, Rabu (12/1/11).
Berdasarkan catatan PD Pasar, di Pasar Setono Betek terdapat 746 kios, dengan 446 kios diantaranya selalu tertib membayar retribusi, sementara yang 300 kios, diantaranya yang digunakan untuk tempat tinggal ini tidak pernah membayar retribusi. “Hampir separo kios yang tidak menghasilkan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi B Isa Anshari meminta untuk mengatasi masalah ini, dalam waktu dekat unutk melakukan pendataan, yang nantinya dilakukan sosialisasi kepada para penghuni kios. “Namanya kios ya untuk jualan, kalau beralih jadi tempat tinggal, jelas menyalahi aturan,” ujarnya.(ak/mj)


Kediri (kedirijaya.com) – Kesatuan pemangku hutan (KPH) Kediri mengaku sangat kesulitan menangani hama Karat Furu atau karat tumor yang menyerang tanaman sengon yang ditanam di lahan Perum Perhutani dibawah naungan KPH Kediri. Pasalnya, dengan...» 

