Nguri Kesenian Islami Dengan Hadrah
Kediri (kedirijaya.com) -Muh.Mutoharul Jannam, 5, bisa jadi merupakan peserta hadrah termuda yang ada di Kota Kediri. Bagaimana tidak, anak yang masih duduk dibangku kelas nol kecil sebuah Taman Kanak-kanak (TK) tersebut terlihat tidak canggung sama sekali dalam bermain hadrah.
Seperti pada Senin (10/1/11) malam lalu, putra dari Muhamad Yasin Ahmad, 55, tersebut terlihat begitu antusias dan terampil dalam mengikuti latihan yang digelar oleh Ikatan Seni Hadrah Indonesia (Ishari) cabang Kota Kediri.
Gerakan tiap gerakan selalu diikutinya dengan penuh semangat. Sesekali bocah yang pada waktu itu mengenakan baju setelan pakaian putih dan bersarung motif kotak-kotak tersebut terlihat asyik bermain sendiri dengan memainkan kopyah hitam yang dipakainya.
Padahal, latihan yang digelar di Musholla Pondok Salafiyah Bandar Kidul tersebut berlangsung pada pukul 22:00 wib. Namun guratan wajahnya tidak terlihat tanda-tanda mengantuk.
“Ora (tidak mengantuk,red),” jawabnya sambil geleng-geleng kepala ketika wartawan ini menanyakannya.
Menurut Muhammad Yasin Ahmad, ayah Muhtoharul Jannam, kebiasaan mengikuti hadrah sudah lama dilakukan oleh Jannam. Bahkan, menurutnya Jannam sudah seperti hafal dengan jadwal latihan. ” Ini tadi dia juga tahu kalau ada latihan. Mau saya tinggal di rumah tapi tidak mau, bahkan menangis. Jadi ya saya ajak saja,” ujar bapak 2 anak yang tinggal di desa Banjarejo, Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri ini, disela-sela kegiatan.
Pria yang berprofesi serabutan ini menambahkan, minat anaknya tersebut kemungkinan timbul dari seringnya ia ajak bermain hadrah sejak sewaktu kecil. “Sengaja saya ajak. Saya ingin kesenian ini terus dilestarikan sampai kegenerasi paling akhir,” ujanya bersahaja.
Terpisah, dalam latihan tersebut diikuti sekitar 100 orang. Selain Mutoharul Jannam sebagai peserta termuda, juga banyak peserta yang tergolong usia senja, dan jumlah mereka ini mendominasi.
Slamet Nur, 58, salah satu peserta yang tergolong tua menuturkan, sejak muda dirinya memang telah aktif dalam hadrah. Selain karena keseniannya, dirinya juga ingin mengamalkan sholawat.
“Yang paling penting Ngalap berkah sholawat,” ujar Slamet, warga lingkungan Bandar Kidul, Kota Kediri ini.
Beberapa peserta yang lain juga nampak para pemuda, mereka juga terlihat antusias mengikuti latihan. Muh. Khoirul Rohman, 13, siswa sebuah SMP Negeri di Kota Kediri ini mengaku Lebih baik ikut Hadrah daripada kongkow-kongkow yang tidak jelas.” Daripada cangkruk di jalan,” ujarnya .
Sementara itu, dalam latihan yang berlangsung hingga pukul 12:00 wib tersebut, KH.Abu Bakar, Ketua Ishari Cabang Kediri disela-sela istirahat terus memberi motivasi dan menghimbau kepada peserta.” Saudara sekalian, selayaknya kita senantiasa melestarikan Kesenian islami ini,” himbau KH.Abu Bakar kepada hadirin.(doel/mj)



Kedirijaya.com – BAHWA presentasi diri itu penting, hampir semua orang tahu. Tapi mengingat kecanggihan teknologi dan mobilitas yang tinggi di jaman modern, presentasi diri dan imej seorang profesional harus dibangun dari berbagai sisi. Bagaimana...»
Kedirijaya.com – PayPal merilis aplikasi Facebook untuk kirim uang kepada saudara atau teman yang diberi nama Paypal Send Money (beta). Dengan aplikasi tersebut, pengguna Facebook dapat mengirimkan uang kepada pengguna lainnya yang dijembatani oleh...» 


