Pasar Grosir Ngronggo Kediri Penentu Harga Cabe Se-Indonesia

Kediri (kedirijaya.com) – Melonjaknya harga cabe yang terjadi akhir-akhir ini tidak lepas dari peran Pasar Induk atau Grosir Buah dan Sayur di Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota Kediri. Pasar ini ternyata menjadi penentu harga cabe se-Indonesia.

Kepala Dinas Pertanian Kota Kediri Dewi Sartika mengungkapkan, Pasar Grosir Ngronggo sangat berpengaruh terhadap pasar cabe se-Indonesia karena mensuplay beberapa pasar lintas pulau. Mulai dari Kalimantan, Sumatera dan Jakarta.

“Pasar Grosir Ngronggo sudah sangat terkenal. Permintaan cabe di Pasar Ngronggo hingga pulau Kalimantan dan Sumatera,” kata Dewi Sartika kepada wartawan, Jumat (7/1/11).

Perlu diketahui bahwa harga cabe di Kediri saat ini berkisar antara Rp 60-70 ribu per kilogram. Harga tersebut naik dua kali lipat dari harga seminggu sebelumnya. Kenaikan harga cabe di Kediri terjadi secara merata di sejumlah pasar-pasar yang ada.

Dewi Sartika menjelaskan, naiknya harga cabe yang terjadi saat ini akibat beberapa faktor. Pertama adalah pengaruh cuaca yang tidak menentu atau istilahnya anomali cuaca. Curah hujan lebih tinggi daripada panas.

“Pengaruh cuaca ini akan terjadi hingga bulan April-Mei mendatang. Oleh karena itu, saya sudah menyampaikan kepada petani bahwa akan terjadi inflasi untuk cabe,” ungkap Dewi Sartika

Penyebab kedua adalah minimnya pasokan cabe ke pasar-pasar di Kota Kediri. Sementara, jumlah permintaan cabe terus naik. “Lahan cabe di Kota Kediri ini hanya 3-5 hektar, dan itupun tidak terhampar luas. Sementara produksi satu hektarnya sekitar 50-60 kilogram. Atau paling maksimal sebesar 300 kilogram,” kata Dewi Sartika

Penyebab yang ketiga adalah adanya kontrak kerjasama antara sejumlah petani cabe dengan pabrik-pabrik. Mereka menjual harga cabe dalam volume besar dan langsung ke perusahaan. Akibatnya, pasokan cabe ke pasar minim

Dinas Pertanian, kata Dewi, tidak dapat mempengaruhi gejolak harga. Dinas hanya mampu menaikkan jumlah produksi tanaman cabe untuk menambah pasokan cabe ke pasar. “Jika pasokannya bertambah, secara sendirinya harga bisa turun. Hanya inilah yang mampu kita kerjakan. Tetapi dalam kondisi cuaca yang sedemikian, kita tidak bisa berbuat banyak,” urai Dewi Sartika

Pasar-pasar di Kota Kediri, terus Dewi Sartika, selama ini mendapat pasokan dari wilayah Kabupaten Kediri, Tulungagung dan Ngajuk. Dewi berharap cuaca akan kembali normal sehingga produksi cabe dapat dinaikkan.(nb/mj)

Berita menarik lain:

Gedung SDN Ambruk, Semesteran di Gabung

Kediri (kedirijaya.com) – Para siswa di SD negeri Semen 2 Kabupaten Kediri terpaksa menjalani ujian akhir semester di sekolah lain karena gedungnya ambruk. Pihak sekolah menempatkan para siswanya untuk...

Produk Lokal Kediri Masuk Ramayana Robinson

Kediri (kedirijaya.com) – Walikota Kediri Samsul Ashar meminta Ramayana Departemen Store dan Robinson Supermarket Kediri dapat menampung produk lokal. Permintaan itu disampaikan, pada saat meresmikan malla anyar di Jalan...

Masyarakat Kediri dan Gudang Garam

Kediri (kedirijaya.com) – Ibarat seorang bayi, maka ia tidak dapat lepas dari ibunya. Mungkin ini istilah yang tepat untuk menggambarkan ‘ketergantungan’ masyarakat Kediri dengan Pabrik Rokok PT Gudang Garam...

Korban Tong Pertamina Ditemukan

Kediri (kedirijaya.com) – Setelah melakukan pencarian selama tiga hari, tim SAR dari Sub Detasemen 1 C Pelopor Brimob Polda Jawa Timur berhasil menemukan jenazah Sholekan (52) alias Mbah Ringin....
.

Ads