Pasien Diduga Malapratik Mati
Kediri (kedirijaya.com) - Zen, warga Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri
sedang tergolek lemah di Rumah Sakit Muhammadiyah Kediri,Jalan Ahmad
Dahlan, Kecamatan Mojoroto,Kota Kediri. Ia diduga menjadi korban
malapraktik saat melahirkan anak keduanya.
Zen mengeluhkan sesak pada nafasnya. Ia juga merasa sakit pada
kemaluannya, serta kencing bercampur dengan darah. Bahkan, hasil diagnosa
sementara dari rumah sakit, ginjal dan jantung Zen mengalami gangguan.
Kepala Bidang Pelayanan Medis (Kabid Yamed) RS Muhammadiyah Kediri dr
Febrian Purwatiningrum ketika ditemui mengatakan, pihaknya akan segera
melakukan USG. Akan tetapi, karena kondisi fisik pasien (Zen, red) belum
memungkinkan, rumah sakit masih menunggunya
“Untuk sementara, kami perlakukan seperti pasien biasa. Dirawat di kamar
biasa, dan diberi oksigen karena sesak nafas. Kami belum menganalisa
secara detail, karena harus menunggu USG. Tetapi hasil pemeriksaan
sementara, ginjal dan jantungnya juga mengalami masalah,” kata dr Febrian
Purwatiningrum, Selasa (4/1/2011)
Masih kata dr Febrin, pasien datang bersama keluarganya pada hari Minggu
(2/1/2011) kemarin. Zen diperlakukan sebagai pasien biasa karena tidak
menunjukkan surat rujukan dari rumah sakit yang menangani sebelumnya.
Namun, melihat kondisinya, dr Febrin mengaku, keadaan pasien tidak seperti
halnya ibu melahirkan secara umum.
“Kita hanya bisa berusaha secara maksimal dan berusaha agar tidak terjadi
hal-hal yang tidak kita inginkan. Kami tidak mempermasalahkan proses
penanganan sebelumnya, karena selain tidak ada rujukan, juga tidak ada
rekam medik pasien,” urai dr Febrin
Data yang diperoleh Tum, orang tuanya, Zen melahirkan secara cesar di
Rumah Sakit Sumitro Surabaya pada 1 Desember 2010 lalu. Tetapi
sebelumnya, anaknya sempat ditangani oleh beberapa orang perawatan di
salah satu bidan di Surabaya. Zen memang tinggal bersama suaminya
Muj (32), di Surabaya.
Selama di Surabaya, Zen bekerja di salah satu konveksi. Tetapi kemudian Zen beralih profesi sebagai tenaga catering. Sementara suaminya bekerja
di salah satu pabrik rokok di Surabaya.
Saat datang ke salah satu bidan itu, Zen merasa mulas, seperti halnya orang
yang hendak melahirkan. Tetapi karena bidan tidak ada, beberapa orang
perawat (asisten bidan) yang sedang praktik berupaya membantu. “Perawat
memberikan suntikan empat kali,” cerita Tum
Setelah memberikan rangsangan berupa empat kali ijeksi, perawat tersebut
berupaya melakukan pengecekan atau istilah medisnya vete. Yakni,
peralakukan dengan dua jari ke kemaluan pasien untuk mengetahui kondisi si
jabang bayi.
“Saat memeriksa dengan jarinya, anak saya mendengar suara gemeretak.
Katanya terasa sakit sekali,” imbuh Tum. Tetapi, perut Zen justru semakin
membesar. Bahkan, pasien tidak bisa buang air kecil (kencing, red). Akhirnya,
perawat merujuknya ke RS Sumitro Surabaya.
Setibanya di rumah sakit Zen langsung ditangani. Tetapi, karena air ketuban
sudah kering, akhirnya rumah sakit melakukan operasi cesar. “Kalau saya lihat
cesarnya normal dan baik. Bayinya juga sehat,” sahut Bu Romadon, tetangga
Tum yang ikut menunggu Zen di RS Muhammadiyah Kediri
Setelah berhasil melahirkan, kemudian keluarga membawa Zen pulang ke
Kediri tepatnya di rumah ibunya, di Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri.
Tetapi, kondisi kesehatan Zen justru semakin menurun. Kemudian keluarga
membawanya berobat ke RS Bhayangkara Kediri.
Di rumah sakit milik Polri itu, Zen mendapat tambahan darah. Ia juga sempat
opname bebera hari. Setelah kondisinya mulai membaik, keluarga kembali
membawanya pulang ke Grogol.
Beberapa hari di rumah, Zen kembali sakit. Karena keterbatasan biaya,
keluarga hanya membawanya ke dr Agus, Grogol. “Beberapa hari lalu saya
sempat menjenguknya. Kemudian dia makan bakso. Tiba-tiba mengeluhkan
sakit di perutnya. Saking sakitnya, dia pingsan dan akhirnya keluarga
membawanya ke RS Muhammadiyah,” imbuh Bu Romadon
Keluarga berharap, wartawan tidak mengekspos berita tentang Zen.
Keluarga beralasan, saat ini sedang bernegosiasi dengan pihak bidan yang
melakukan tindakan pertama terhadap Zen. Apalagi kondisi Zen saat ini
sedang kritis. Namun pada Rabu,(5/1/11) sekitar jam 3.30, Zen meninggal dunia usai meminta pulang dari rumah sakit.(nb/mj)



Kediri (kedirijaya.com) - Proyek pembuatan gorong-gorong dan trotoar di sejumlah jalan protokol kota kediri hingga tiga bulan ini belum tuntas . Proyek pembangunan gorong-gorong selain dinilai semrawut, juga di keluhkan sejumlah masyarakat dan pengusaha...» 
