Sepakbola Bukan Punya PSSI, Jangan Takut Main di LPI
Jakarta (kedirijaya.com) – PSSI mengancam menjatuhkan sanksi kepada pemain, klub serta pihak-pihak lain yang terlibat di Liga Primer Indonesia. Namun tindakan otoritas sepakbola nasional itu tidak perlu membuat siapa pun takut untuk tampil di LPI.
Seperti diberitakan sebelumnya, PSSI memberikan sanksi kepada Persibo Bojonegoro, Persema Malang, dan PSM Makassar atas tindakan dari tiga klub ini keluar dari kompetisi ISL dan menyeberang ke LPI.
“PSSI membabi buta. Mereka merasa pegang kendali seutuhnya soal sepakbola,” ujar pengamat sepakbola Anton Sanjoyo, Kamis (30/12/10) malam WIB.
“PSSI merasa sepakbola jadi milik mereka dan selalu bersikukuh dengan statuta FIFA. Yang mengatur di negara ini bukan statuta FIFA, namun di UUD 1945 di mana di sana ada pasal yang membolehkan masyarakat berserikat. Jadi sepanjang LPI bisa jadi alternatif, mengapa tidak?” tegas wartawan olahraga senior tersebut.
Dengan adanya sanksi ini maka sejumlah pemain juga ikut terancam nasibnya seperti Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey yang memperkuat Persema. Beberapa waktu yang lalu PSSI juga mengancam mencabut sertifikat wasit dan lisensi pelatih yang terlibat di LPI.
Anton mengatakan bahwa tidak perlu takut untuk tampil di LPI. “Soal ancaman hukuman, andai saya pemain ya kalau mau main ya jalan saja. Kaki juga kaki saya sendiri, juga ada yang menggaji. Soal wasit, wasit juga tak diberi makan PSSI. Yang satu (PSSI) bisanya cuma mengancam saja, yang satu bisa memberi penghidupan. Meski tanpa status, lebih baik pilih yang menghidupi,” kata dia.(brtbola/kj)




Kediri (kedirijaya.com) – Gara-gara lupa pintu keluar di sebuah mini market Arista di Jalan Penanggungan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.Laksono Wahyu Saputro (16), diamankan tim Buru Sergap Polres Kediri Kota. Anak Baru Gede (ABG) berambut...»
Kediri (kedirijaya.com) – Kencangnya angin dua hari ini memang membuat sejumlah warga diberbagai daerah di Kabupaten dan Kota kediri cemas. Dua kecamatan di Kabupaten Kediri, Kecamatan Ngancar dan Mojo akhirnya juga dilanda bencana angin...» 
