Program KB Gratis : Dugaan Malapraktik Tidak Terbukti
Kediri (kedirijaya.com) - Dugaan adanya mal praktik yagn menimpa Heni Purwanti (28) warga kelurahan Kaliombo Kecamatan Kota Kediri dibantah oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Kota Kediri. Selama ini pendarahan yang dialami korban, sejak mengikuti program kontrasepsi steril diduga akibat kelainan hormonal.
Sebelumnya, Heny mengalami pendarahan sebanyak empat kali paska operasi KB steril (MOW). Korban juga mengklaim bahwa pihak instansi terkait tidak bertanggung jawab atas adanya permasalahan tersebut, karena tidak ada pengawasan paska operasi.
Menanggapi kondisi itu, Kepala Badan pemberdayaan Perempuan dan KB Kota Kediri , Ida Indriya mengatakan, pendarahan yang dialami pasien tidak berbahaya mengingat hanya sedikit. Pihaknya menduga kondisi yang dialami Heny saat itu karena sebelumnya , sang pasien mengikuti program KB suntik .
Pihaknya juga telah menerjunkan tim untuk mengontol dan mengawasi perkembangan sang pasien tersebut.
“bukan karena metode operasi wanita (MOW) yang salah, tapi karena pasien sebelumnya mengunakan kontrasepsi suntik KB sehingga masih berjalan seminggu langsung ikut MOW hingga dimungkinkan karena perubahan hormonal,”ungkapnya (30/11/10).
Sementara itu Ketua Dewan Kesehatan Rakyat Jawatimur Arif Witanto meminta kepada instansi terkait untuk memberikan pelayanan lebih baik, mengingat program ini lebih mengarah ke masyarakat kalangan menengah ke bawah. (ra/mj)


Kediri (kedirijaya.com) – Belasan Mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) Kota Kediri lakukan aksi turun jalan guna mendukung penyelesaian kasus carut marut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang diduga melibatkan Mantan Kepala Dinas Pendidikan...» 
