Kartu Kuning : Loket Minim, Petugas Kewalahan
Kediri (kedirijaya.com) – Adanya rekruitmen CPNS berdampak pada melonjaknya permintaan Kartu Kuning. Jika dalam hari biasa rata-rata perhari hanya melayani 60 kartu, kini melonjak menjadi 300 kartu.
Sebagaimana diungkapkan oleh Sumaji, Kasie Pembinaan Bursa Kerja Dan Transmigrasi Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, lonjakan tersebut mulai terjadi sejak Jum’at (19/11/10) lalu atau tepat ketika pendaftaran dibuka.” Ya tepat ketika CPNS dibuka kemarin, banyak yang sudah mulai mengurus Kartu Kuning,” ujarnya pada kedirijaya.com yang menemuinya ditempat kerjanya.
saat ini, pria yang baru enam bulan menempati jabatannya tersebut menambahkan, jumlah pencari kartu Kuning perharinya mencapai 300 orang, padahal pada hari biasa hanya melayani sekitar 60 an saja. ” Perharinya fluktuatif, namun rata-rata mencapai 300 kartu. Padahal biasanya hanya 60,” imbuhnya.
Adanya lonjakan permintaan tersebut, tak ayal membuat pihaknya sempat kewalahan. Sehingga pihaknya memberlakukan beberapa langkah, misalnya dengan menambah jumlah petugas. “Biasanya kami siapkan 8 petugas, tapi dengan adanya lonjakan ini kita tambah menjadi 15 petugas,” jelasnya sambil terlihat masih belum fit dari sakitnya.
Bahkan, meskipun sudah ada penambahan petugas masih juga sempat kewalahan. Sehingga pernah juga diberlakukan kebijakan berupa pengisian blangko oleh pencari kerja sendiri. ” Kita atur masuk 20 orang secara bergantian,” ungkapnya.
Sekedar diketahui, bahwa proses pembuatan kartu kuning tiap unitnya memerlukan waktu hanya 5 menit saja. Meskipun demikian masih juga kewalahan.
Sebelumnya, Plt.Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Kediri, Edhi Purwanto mengatakan bahwa persyaratan Kartu Kuning sebagai kelengkapan lamaran CPNS bisa dilakukan setelah ada panggilan lolos seleksi. ” Kartu kuning bisa nyusul, yang pertama yang harus dilengkapi adalah Ijazah terakhir yang telah dilegalisir, Pas Foto 3X4 warna 2 lembar, serta data diri,” ujar Edhi Purwanto.
Sementara itu, Nurhayatin, salah satu pencari Kartu Kuning yang ditemui di kantor Dinsosnakertran mengatakan dirinya memang lebih awal mengurus karena sebagai langkah antisipasi saja. ” Biar nanti gak nabrak-nabrak (tergesa-gesa, red),” ujar perempuan yang tinggal di Kecamatan Banyakan yang mencoba keberuntungannya dengan melamar CPNS pada formasi Tenaga Teknis ini.(doel/mj)



Trenggalek (kedirijaya.com) – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Trenggalek mewaspadai datangnya bencana alam setiap saat yang dapat menggangu penyelenggaran Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) 2 Juni besok. Pasalnya, dari 14 kecamatan yang ada,...» 


