Tiga Bulan Pendapatan PD Menurun Mencapai Puluhan Juta
Kediri (kedirijaya.com) – Hasil buruk diperoleh Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Kediri. Pasalnya, dalam 3 bulan terakhir terus mengalami penurunan. Penurunan yang paling menonjol adalah pada bulan Agustus yang tercatat hanya mampu mendapatkan penghasilan Rp 208 juta, menurun 20 juta dari Bulan Juli yang mencapai Rp 228 juta.
Menurut ketua Komisi B DPRD Kota kediri Isa Ansori, penurunan pendapatan ini menunjukkan kinerja PD Pasar tidak bisa diandalkan. Padahal perubahan menjadi PD Pasar dari Dinas Pasar dimaksudkan agar pengelolaan pasar lebih profesional dan bisa memberi pemasukan lebih besar pada PAD. ”Kalau kinerjanya begini, percuma diganti menjadi perusahaan daerah,” katanya usai melakukan hearing dengan manajemen PD Pasar, Rabu (28/9/10).
Kata Isa Ansori, penurunan pendapatan ini dikarenakan banyak faktor terutama karena adanya kebocoran pemasukan di masing masing pasar. Meski begitu, Isa Ansori tidak bisa menjelaskan sumber kebocorannya. “Yang jelas, banyak oknum yang tidak menyetorkan hasil penarikan retribusi tetapi dimasukkan kantong pribadi,” ujarnya.
Lebih lanjut Isa Ansori mengatakan, potensi kebocoran semakin besar mengingat masih adanya Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) di setiap pasar. Padahal pengelolaan pasar sduah terpusat di PD Pasar, dan tidak perlu lagi ada UPTD. ”Ini jadi ada double pengelolaan, sehingga potensi kebocoran sangat besar,” ujarnya.
Sementara itu, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga meminta agar secepatnya PD Pasar membenahi manajemen PD Pasar, karena menurutnya selama ini manajemen PD Pasar masih buruk, seperti adanya UPTD Pasar, yang seharusnya dengan PD Pasar sudah tidak ada lagi. “Kami memberi deadline kepada mereka, bulan depan UPTD harus sudah dihilangkan, bulan Desember, system manajemen PD Pasar sudah terbentuk,” pintanya.
Selain menurun, pendapatan PD Pasar saat ini jauh dari potensi pendapatan yang ada. Di 9 pasar di Kota Kediri, terdapat 1929 kios dan 1.540 los yang dihuni sekitar 3.469 pedagang. Jumlah tersebut belum termasuk pedagang lesehan. Dari jumlah itu, retribusi yang dihasilkan seharusnya bisa mencapai minimal 300 juta setiap bulannya. “Menurut kami ini bukan penurunan kinerja, tetapi kegagalan,” ungkapnya.
Terpisah, Direktur PD Pasar Tri Waspodo mengatakan, jika penurunan pendapatan dalam tiga bulan ini dikarenakan ada dualisme kepemimpinan. Mereka (kepala UPTD/Pasar) tidak mau patuh terhadap direksi PD Pasar. “Mereka beranggapan, jika pimpinan mereka tetap pemerintah kota Kediri, bukanlah PD Pasar, jadi setiap kali kita meminta target, selalu tidak bias mereka penuhi dan banyak kebocoran,” ujarnya.
Namun demikian, dikatakan mantan direktur PD BPR Kota Kediri ini optimis, dengan dibekukan UPTD maka pada bulan berikutnya bisa menaikkan pendapatan. “Kalau sudah tidak ada dualisme kepemimpinan, kami optimis akan mampu mendapatkan pendapatan yang terus naik,” ungkapnya.(ak/mj)


Kediri (kedirijaya.com) – Anggota Buru Sergap (Buser) Polresta Kediri menangkap Wiji (40), warga Lingkungan Jengglik, Kelurahan Tamanan, Mojoroto, Kota Kediri. Kepala Dusun (Kasun) kelurahan itu dibekuk karena terbukti sebagai pengepul judi toto gelap (Togel)...»
Kediri (kedirijaya.com) – DPC PDIP Kota Kediri akan memanggil semua pihak yang sempat terlibat insiden keributan antara kader partai saat hendak menghadiri undangan DPD PDIP Jatimdi Kantor DPC PDIP setempat Jalan Teuku Umar, Kelurahan...» 

