Buron, Sembunyi Dirumah Istri Tua, Pemerkosa Di Cokok Polisi
Kediri (kedirijaya.com) – Usai menjadi buron sekitar 3 bulan yang lalu dalam tindak pidana perkosaan terhadap siswi SMK, Mursito Dwi Widyanto (32), akhirnya berhasil ditangkap petuga Unit Perlindungan Perempuan Anak(PPA) polres kediri kota. Pria asal Desa Kanigoro, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri ini, dicokok petugas, Minggu (19/9/10), di rumah istrinya, Desa Krian, Kecamatan Kras Kabupaten Kediri. Selama menjadi buronan petugas, Mursito melarikan diri di Bali, dan bekerja sebagi kuli bangunan.
Seperti diketahui, Mursito telah dilaporkan melakukan pemerkosaan terhadap Andya, 15, siswi kelas dua sebuah SMK swasta di Kota Kediri, pada bulan Juli lalu. Pelaku merayu korban yang tinggal di Desa Purwoharjo, Kecamatan Kandat itu, dan kemudian menyetubuhinya di hotel Aji Kota Kediri. Selain memerkosa korban, pelaku juga diketahui telah mengambil handphone milik korban. Setelah melakukan perbuatannya tersebut, pelaku melarikan diri ke Bali.
Penangkapan Mursito bermula dari informasi yang diterima petugas dari masyarakat tentang kepulangan Mursito ke kampung halaman saat lebaran tahun ini. Dari informasi tersebut, kemudian petugas melakukan pengecekan ke lokasi. Namun, petugas tidak mendapati si pelaku berada di rumah. “Informasi yang kami terima, pada H-3 lebaran, dia sudah pulang kampung, tapi saat kami cek ke rumahnya tidak ada,” kata Kasubnit PPA Polres Kediri Aiptu Sutarti.
Mengetahui pelaku tidak berada di rumah, petugas pun berusaha mencari inforamsi dari kerabat dan tetangga pelaku. Setelah diselidiki, ternyata Mursito berada di rumah istri pertamanya di Desa Krian, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Mendapat kabar tersebut, petugas pun langsung bergegas ke lokasi untuk melakukan penangkapan. “Ternyata dia sembunyi di istri pertamanya, dan langsung kami bekuk. Pengakuannya, dia mempunyai 3 istri, satu di Mojo, satu lagi di Tulungagung, dan yang pertama di Kandat itu,” jelas Sutarti.
Dihadapan petugas, Mursito mengaku, perbuatan tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka. Antara dia dan korban sebelumnya sudah saling kenal ketika korban masih duduk dibangku SMP. Namun, sudah dua tahun ini mereka tidak saling ketemu. Akhirnya, pada suatu hari mereka ketemu kembali dan bertukar nomor handphone. Dari situ, kemudian pelaku janjian dengan korban untuk ketemuan. Ternyata, pelaku membawa korban ke hotel dan menyetubuhinya. “Saya rayu dia, akan saya nikahi,” aku Mursito ketika mengajak korban berhubungan intim.
Saat dimintai keterangan petugas, Mursito mengaku melarikan diri ke pulau Bali. Di pulau Dewata tersebut, dia bekerja sebagai kuli bangunan. Mursito juga mengaku mempunyai tiga istri, yang sekarang masih sah. Ketiga istrinya tersebut, tinggal di wilayah Kandat, Mojo, dan Tulungagung. “Malam itu, saya menginap di rumah istri pertama saya. Rencananya mau ke Jakarta, untuk kerja, tapi keduluan ketangkap,” akunya saat di Mapolres Kediri Kota.(+++/mj)



Kediri (kedirijaya.com) – Hanya dikarenakan melakukan tindak tilang damai dengan (diduga) menerima suap di dalam pos polisi yang bercokol di depan pusat perbelanjaan Kediri Mall, 2 oknum anggota Satlantas Polres Kediri Kota masuk dalam...»
Kediri (kedirijaya.com) – Walikota Kediri melarang adanya perploncoan pelaksanaan masa orientasi siswa baru (MOS) di setiap jenjang pendidikan baik SMP maupun SMA. Pelaksanaan MOS senin hingga rabu mendatang diminta fokus membina mental para siswa....»
(Sejarah Kerajaan Islam: Kerajaan Mataram dan Peninggalannya) – Sutawijaya yang mendapat limpahan Kerajaan Pajang dari Sutan Benowo kemudian memindahkan pusat pemerintahan ke daerah kekuasaan ayahnya, Ki Ageng Pemanahan, di Mataram. Sutawijaya kemudian menjadi raja...» 
