Jembatan Brawijaya Telan Rp 70 Miliar
Kediri (kedirijaya.com) – Jembatan Brawijaya yang rencananya akan dibangun untuk menghubungkan Jl Brawijaya dengan Jl KDP Slamet sebagai pengganti jembatan lama Kota Kediri, pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) menafsirkan, untuk pembangunannya akan menelan biaya Rp 70 miliar.
“Jika hanya mengandalkan APBD Kota Kediri , tanpa ada bantuan dari pusat, kita membutuhkan anggaran 70 miliar rupiah,” ujar Plt Kepala Dinas PU Kota Kediri M. Kasenan.
Untuk proyeksi pembangunannya, dikatakan Kasenan akan selesai dalam waktu selama 3 tahun. “Kalau anggarannnya lancer tiga tahun sudah bisa selesai,” ujarnya.
Sekadar diketahui, jembatan lama menjadi satu-satunya jembatan yang berada di tengah-tengah kota sebagai penghubung Kota Kediri bagian timur dan barat yang terbelah oleh Sungai Brantas. Dibangun pada zaman Belanda, kini kondisinya dari hari ke hari semakin memprihatinkan dimakan usia dan akibat erosi penambangan pasir liar.
Untuk desainnya, dikatakan Kasenan tidak ada perubahan, dan seperti gambar yang ada di ruang Komisi C DPRD Kota Kediri. “Ya seperti itu bentuk jembatan nantinya,” ungkapnya.
Dalam Perubahan anggaran keuangan (PAK) 2010 ini Dinas PU menganggarkan Rp 1,65 miliar, Kasenan mengatakan, anggaran itu akan digunakan untuk membangun pondasi jembatan. “Anggaran itu untuk pembangunan pondasi sebelah barat,” jelasnya.
Lantas kapan akan dimulai proses pembangunannya, pria yang juga menjabat sebagai sekretaris Dinas PU ini mengatakan, sesuai rencana akhir tahun 2010 ini sudah akan dimulai. “Akhir tahun ini sudah dimulai proses pembangunannya, dan kami yakin anggaran sebesar itu mampu terserap,” pungkasnya.(ak/mj)




Nganjuk (kedirijaya.com) – Ledakan tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram, mengakibatkan Yulianto (24), warga Desa Gondang Kulon, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk dan lima orang keluarganya kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan...» 


