Tak lama lagi Kediri Jaya Online akan menampilkan berbagai informasi seperti: Informasi Hotel, Restoran, Layanan Umum, Artikel Pendidikan dan sebagainya. Jika anda memiliki kritik dan saran silahkan kirimkan ke (webmaster @ kedirijaya.com)

Retribusi Sampah “Bocor”, Tak Penuhi Target


Kediri (kedirijaya.com) – Banyaknya sampah di wilayah Kota Kediri tampaknya tidak membawa keberuntungan dalam pendapatan retribusi dari hasil retribusi kebersihan sampah. Pasalnya dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) APBD 2010 pendapatan retribusi pelayanan persampahan atau kebersihan malah mengalami penurunan dari target yang telah ditentukan.

Mengetahui dalam pemaparan saat dilakukan pembahasan KUAPPAS di Surabaya beberapa waktu lalu, kalangan tim badan anggaran (banggar) DPRD meminta untuk dijelaskan secara detail penyebab tidak bisa terpenuhi target. “Kemarin saat dilakukan pembahasan, kami sempat mempertanyakan, tapi tampaknya dari pihak eksekutif belum bisa menjelaskan, dengan alasan kepala DTRKP tidak ikut,” ungkap anggota Banggar DPRD Kota Kediri Muhaimin, Senin (16/8/10).

Sekadar dikatahui, dalam laporan KUAPPAS 2010, pendapatan retribusi pelayanan persampahan atau kebersihan mengalami penurunan cukup signifikan, dari target awal sebesar Rp 521 juta, setelah perubahan turun menjadi Rp 360 juta. “ Ada apa ini, kok selisihnya sebesar 161 juta rupiah,” ujar ketua Komisi A DPRD ini.

Untuk itu dalam Perubahan anggaran keuangan (PAK) nanti, pihaknya akan mempertanyakan kembali permasalahan ini, karena bagaimana pun juga hal ini akan merugikan dari sisi pendapatan asli daerah (PAD). “Nanti dalam PAK akan kami kejar terus masalah ini,” tegasnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Tata Ruang Kebersihan dan Pertamanan (DTRKP) Mandung Sulaksono berkali-kali dihubungi tidak ada jawaban. Sementara Kepala Dinas pendapatan, pengelolaan keuangan dan asset (DPPKA) Agus Wahyudi menjelaskan, jika tidak tercapainya pendapatan pada retribusi persampahan dikarenakan memang dalam pembahasan KUAPPAS kemarin sifatnya masih kebijakan, belum memperlihatkan angka pasti. “Itu masih kebijakan, belum angka pastinya, angka pasti baru muncul saat pembahasan PAK nanti,” dalihnya.

Agus Wahyudi menjelaskan, jika dalam PAK nanti, dipastikan akan terjadi perubahan. “Bukan sekarang, nanti dalam PAK pasti akan memunculkan angka kenaikannya,” ungkapnya.(ak/mj)



» Featured

» Populer

Asap Berbahaya :Masyarakat Diminta Pakai...

Asap Berbahaya :Masyarakat Diminta Pakai Masker Kediri (kedirijaya.com) – Menanggapi adanya keluhan masyarakat dan juga rekomendasi dari Kantor Lingkungan Hidup (LH) terkait munculnya asap yang berasal dari cerobong PT Gudang Garam Tbk (GG) unit X. Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan...» more..

Pasar “Semrawut”, Sebabkan S...

pasar Kediri (kedirijaya.com) -Belum optimalnya pengelolalaan oleh pihak terkait membuat sejumlah pasar tradisional di Kota Kediri tampak kumuh dan tidak terawat. Tak ayal, tim survei adipura menganggap bahwa pasar di Kota Kediri menjadi bahan penilaian...» more..

» Populer

RSBI Di Kota Kediri Hanya Bisa Dinikmati...

RSBI Di Kota Kediri Hanya Bisa Dinikmati Orang Kaya Kediri (kedirijaya.com) - Dewan pendidikan Kota Kediri menilai penerimaan siswa baru dari tahun ke tahun di Kota Kediri cenderung diskriminatif. Keberadaan rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) tersebut hanya bisa dinikmati sejumlah pelajar yang notabene...» more..

Guru Agama Kemplang Dana Hibah APBD Jati...

Guru Agama Kemplang Dana Hibah APBD Jatim Kediri(kedirijaya.com) - Satuan Reskrim Polwil Kediri menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Timur tahun 2008 untuk kegiatan budi daya Jamur Tiram Rp 75...» more..